KALIMANTAN TENGAH — Kapolsek Tebet AKP Ischak menyatakan pihaknya telah mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian. Proses penyelidikan difokuskan pada ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pengelolaan proyek yang berada di permukiman padat tersebut.
Evakuasi Terhambat Lubang Sempit, Damkar Dikerahkan
Insiden terjadi pada Sabtu (27/6) malam. Korban diketahui sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek. Ia dilaporkan jatuh ke lubang pondasi sekitar pukul 23.40 WIB.
Proses evakuasi sempat terkendala. "Awalnya dilakukan secara manual, tapi karena kondisi lubang sempit, tidak memungkinkan," ujar Ischak. Polisi kemudian berkoordinasi dengan pemadam kebakaran (Damkar), Puskesmas, dan RSUD Tebet. Alat berat pun dipinjam untuk memperlebar akses penyelamatan.
Korban akhirnya berhasil ditarik keluar pada pukul 03.55 WIB, Minggu (28/6) dini hari. Anak tersebut langsung dilarikan ke RSCM, namun nyawanya tidak tertolong di perjalanan.
Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Fokus pada Pengawas Proyek
Penyebab pasti kematian korban belum dapat diumumkan. "Itu kewenangan tim medis," kata Ischak. Faktor yang mempersulit investigasi adalah penolakan keluarga terhadap autopsi jenazah.
Meski demikian, polisi terus mendalami kemungkinan pelanggaran prosedur keselamatan di lokasi proyek. "Kami masih mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Ischak, Senin (29/6).
Lubang Proyek di Pemukiman, Pengamanan Dipertanyakan
Lokasi proyek pembangunan lapangan multifungsi itu berada di kawasan padat penduduk. Lubang pondasi sedalam hampir empat meter tanpa pagar pengaman yang memadai menjadi sorotan warga sekitar. Belum ada pernyataan resmi dari kontraktor pelaksana proyek mengenai insiden ini.
Polisi belum menetapkan tersangka. Pemeriksaan terhadap pengawas lapangan dan pihak kontraktor dijadwalkan berlanjut pekan ini untuk menguji apakah standar keselamatan kerja (K3) telah diabaikan.