KALIMANTAN TENGAH — Gunung Parung bukan sekadar bukit biasa di balik megaproyek Ibu Kota Nusantara. Kawasan ini berperan sebagai paru-paru kota sekaligus destinasi petualangan yang menyuguhkan perpaduan tebing karst dan hutan tropis Kalimantan. Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke IKN, pendakian singkat ini layak masuk daftar.
Dari puncaknya, Anda disuguhi hamparan hijau savana yang kontras dengan langit biru. Keunikan utama Gunung Parung terletak pada peran ekologisnya sebagai penyerap karbon dioksida dan pelindung sistem tata air tanah regional—sebuah "atap hijau" yang menjaga keseimbangan lingkungan ibu kota baru.
Waktu terbaik menikmati keindahan ini adalah saat dini hari. Kabut tipis yang menyelimuti lembah dan semburat jingga matahari terbit menjadi momen paling dinanti para pendaki.
OIKN meluncurkan paket wisata imersif bertajuk "Authentic Hiking" untuk memberdayakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan masyarakat adat Suku Balik Sepaku. Tarifnya Rp 142.000 per orang, dan berikut aktivitas yang termasuk di dalamnya:
Kawasan ini juga menjadi lokasi favorit gerakan sosial "Healing di IKN" bagi para ASN yang ingin melepas penat dari rutinitas perkantoran.
Destinasi ini berada di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pendaki dapat memilih rute Semoi-Sepaku yang dikenal memiliki pemandangan hutan sekunder yang masih asri. Dari pusat kota Balikpapan, perjalanan menuju kawasan IKN memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam melalui jalur darat.
Harga tiket resmi untuk paket "Authentic Hiking" adalah Rp 142.000 per orang. Biaya ini sudah termasuk pendampingan pemandu lokal dari Pokdarwis dan program penanaman pohon. Untuk informasi jam buka resmi dan kuota harian, disarankan menghubungi Otorita IKN atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat karena jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.
Jalur pendakian Gunung Parung didominasi bebatuan karst yang tajam. Bagi Anda yang melewati rute Semoi-Sepaku, berikut perlengkapan yang wajib disiapkan:
Meski treknya ramah untuk pemula, medan karst tetap membutuhkan konsentrasi ekstra. Pastikan fisik dalam kondisi prima sebelum memulai pendakian.
Untuk pengalaman maksimal, luangkan waktu 2 hari 1 malam di Gunung Parung. Dengan begitu, Anda bisa menikmati sensasi milky way di malam hari dan matahari terbit di pagi hari tanpa terburu-buru. Destinasi ini membuktikan bahwa pembangunan ibu kota baru tidak melupakan harmoni dengan alam.