KALIMANTAN TENGAH — Persaingan pasar HP lipat global memasuki babak baru. Laporan terbaru Omdia menunjukkan pertumbuhan pasar yang stabil, tetapi peta kekuatan pemainnya berubah drastis. Huawei kini menjadi pemimpin pasar, posisi yang sebelumnya lama diduduki Samsung sejak kategori ini pertama kali diperkenalkan.
Omdia memproyeksikan pasar HP lipat global akan tumbuh lebih dari 20% setiap tahunnya hingga 2028, dengan total pengiriman mencapai sekitar 36 juta unit. Namun, data pengiriman pada paruh pertama 2026 justru menunjukkan penurunan 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 5,1 juta unit.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh lesunya penjualan HP lipat model clamshell atau flip yang turun drastis 47% secara tahunan. Sebaliknya, perangkat model buku (book-style) justru mendominasi dengan menguasai 69% dari total pengiriman HP lipat pada periode tersebut.
Perangkat dengan layar lebar seperti Galaxy Z Fold 8 disebut-sebut akan menjadi motor utama pertumbuhan pasar ke depan, seiring dengan semakin matangnya ekosistem aplikasi dan daya tahan perangkat model ini.
Data Omdia mengungkap fakta mengejutkan: Huawei kini menguasai 57% pangsa pasar HP lipat global. Angka ini jauh meninggalkan Samsung yang hanya berada di angka 18% pada paruh pertama 2026. Padahal, Samsung adalah pionir yang memperkenalkan dan mempopulerkan kategori HP lipat sejak 2019.
Yang menarik, dominasi Huawei ini terjadi meskipun perusahaannya masih sangat terbatas dalam hal jangkauan pasar, yang mayoritas hanya beroperasi di China. Sementara itu, posisi berikutnya ditempati oleh Honor, Oppo, dan Vivo secara berurutan, melengkapi peta persaingan pasar global.
Perlu dicatat, data ini belum memperhitungkan peluncuran Galaxy Z Fold 8 yang terjadi setelah periode pencatatan. Hal ini berarti posisi Samsung berpotensi membaik pada paruh kedua tahun ini.
Meskipun pertumbuhannya menjanjikan, Omdia mengingatkan bahwa HP lipat masih menjadi segmen yang sangat kecil dari pasar ponsel global secara keseluruhan. Diproyeksikan hingga tahun 2030, perangkat lipat hanya akan menyumbang kurang dari 3% dari total pengiriman smartphone dunia, atau sekitar 45 juta unit.
Bagi konsumen Indonesia, kondisi ini berarti pilihan HP lipat akan terus bertambah dengan harga yang semakin kompetitif, terutama dari merek-merek China yang agresif berekspansi. Namun, ketersediaan dan layanan purnajual tetap menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan membeli.