PALANGKA RAYA — Sebanyak 58 santri yatim dan dhuafa di Pondok Pesantren Hidayatullah menerima bantuan biaya pendidikan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Palangka Raya, Rabu (5/8). Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lingkungan ponpes yang berlokasi di Jalan Danau Rangas, Kota Palangka Raya.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban operasional pesantren sekaligus mendukung kelancaran kegiatan belajar para santri. Dana yang disalurkan merupakan akumulasi dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun secara rutin dari pegawai PLN.
Ketua YBM PLN Palangka Raya, Budi Wahyono, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan, khususnya di lingkungan pesantren. Pihaknya berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengelola ponpes.
"Kami berharap bantuan ini dapat membantu kebutuhan pendidikan para santri dan mendukung kegiatan belajar mereka di pondok pesantren. Semoga bantuan ini dapat digunakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para santri," ujar Budi dalam keterangannya.
Muhammad Dzunun, perwakilan Pondok Pesantren Hidayatullah, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh YBM PLN. Menurutnya, bantuan seperti ini sangat berarti bagi keberlangsungan operasional pesantren yang menaungi puluhan anak yatim.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada YBM PLN atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan semoga dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan serta mendukung kegiatan belajar anak-anak di pesantren," ungkap Muhammad Dzunun.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengapresiasi konsistensi YBM PLN dalam menjalankan kegiatan sosial. Ia menegaskan bahwa PLN tidak hanya fokus pada pelayanan kelistrikan, tetapi juga memberikan perhatian pada sektor pendidikan.
"Pendidikan menjadi salah satu hal penting bagi masa depan anak-anak. Kami berharap bantuan ini dapat mendukung proses belajar para santri sekaligus membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatullah," tutup Iwan.