Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Pasokan Air Bersih di Pulau Palue Pasca-Gempa Berlanjut Jangka Panjang

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:48:01 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung penanganan pascagempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, untuk memastikan pasokan air bersih bagi warga.

Sikka — Penanganan pascagempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dipercepat oleh Kementerian PU melalui langkah strategis pemenuhan air bersih bagi sekitar 7.000 warga yang tersebar di delapan desa. Langkah ini menjadi prioritas utama di tengah upaya pemulihan pasca bencana yang melanda wilayah tersebut.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 menempatkan Pulau Palue di bagian utara Pulau Flores sebagai salah satu wilayah yang paling terdampak. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.

"Kita pastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi sekarang, sekaligus kita siapkan sumber air yang dapat mendukung kebutuhan mereka dalam jangka panjang," kata Dody Hanggodo.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw bersama jajaran melakukan peninjauan langsung ke Pulau Palue pada Selasa (18/8/2026). Kunjungan ini dilakukan bersama Bupati Sikka Juventus Kago untuk memantau kondisi di lapangan.

Tim gabungan tersebut mengidentifikasi tiga titik dari sekitar 10 titik longsoran yang tersebar di wilayah itu serta memeriksa kondisi sumur bor yang dibangun pada 2023. Sumur bor ini selama ini menjadi salah satu sumber utama layanan air dengan kapasitas sekitar 1,8 liter per detik.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah mengirimkan empat unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter untuk memenuhi kebutuhan darurat warga. Selain itu, survei geolistrik akan dilakukan untuk memetakan potensi sumber air tanah di Pulau Palue.

Hasil survei itu nantinya menjadi dasar penentuan titik potensial pengembangan sumber air baru, sehingga pasokan air bersih tidak bergantung pada sumber yang sudah ada. Pendekatan ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan layanan air bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Pemulihan Infrastruktur Terdampak Lainnya

Kementerian PU juga mengidentifikasi kebutuhan perbaikan bangunan pengaman pantai sepanjang kurang lebih 250 meter di kawasan Maluriu sebagai bagian dari upaya melindungi kawasan permukiman dari ancaman abrasi.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT menyiapkan satu unit excavator tipe PC 200 untuk membersihkan material longsoran di sejumlah titik yang mengganggu akses masyarakat. Selain itu, perhatian khusus diberikan pada perbaikan Kantor Camat Palue yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU memastikan penanganan Pulau Palue dilakukan secara bertahap dengan prioritas utama pada pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya air bersih bagi warga yang terdampak.

Reporter: Faizal Ramadhan
Back to top