Muhammadiyah Kalteng: Pendidikan dan Integritas Kunci Hadapi Tantangan Zaman, Bukan Sekadar Seremonial

Penulis: Irfan Hakim  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:17:01 WIB
Ahmad Syar'i menyampaikan pidato pada peringatan HUT ke-81 Muhammadiyah Kalteng di Palangka Raya, Selasa (19/8).

PALANGKA RAYA — Peringatan kemerdekaan bagi Muhammadiyah Kalimantan Tengah bukanlah rutinitas tahunan. PWM Kalteng menempatkan momentum ini sebagai pengingat untuk terus menghadirkan keadilan dan kemajuan yang bisa dirasakan seluruh rakyat, bukan hanya sekadar upacara bendera.

"Kemerdekaan adalah amanah untuk menjaga persatuan, mengisi kemerdekaan, menghadirkan keadilan, dan memastikan bahwa kemajuan bangsa benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," kata Ahmad Syar'i di Palangka Raya, Selasa.

Islam Berkemajuan: Mencerdaskan Bangsa Lewat Ilmu dan Akhlak

Menurut Ahmad Syar'i, semangat kemerdekaan sejalan dengan gerakan Muhammadiyah melalui konsep Islam Berkemajuan. Konsep ini mendorong terciptanya kehidupan yang mencerahkan, mencerdaskan, dan memberdayakan masyarakat.

Ia menekankan bahwa pendidikan harus menjadi jalan untuk mencerdaskan bangsa, sementara penguasaan teknologi diarahkan untuk menghadirkan kemaslahatan. "Generasi Indonesia tidak hanya dituntut cerdas dan mampu menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama serta kemauan untuk berkontribusi bagi masyarakat," ujarnya.

Kemajuan teknologi, lanjut dia, perlu diimbangi dengan akhlak dan integritas agar perkembangan zaman tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia unggul secara pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan tanggung jawab sosial.

Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman dan Politik

Ahmad Syar'i mengajak seluruh warga Muhammadiyah menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Perbedaan suku, budaya, agama, maupun pilihan politik tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh.

"Jangan hanya bertanya apa yang sudah diberikan Indonesia kepada kita. Tetapi mari kita bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita berikan untuk Indonesia?" katanya.

Ia mengajak keluarga besar Muhammadiyah mengisi kemerdekaan melalui peran masing-masing. Guru diharapkan menjadi pendidik yang mencerdaskan dan menginspirasi, mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh, pemimpin menjalankan amanah, serta setiap warga menjadikan profesinya sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada bangsa.

Upacara HUT ke-81 di Komplek Perguruan Muhammadiyah

Sebelumnya, pada Senin, PWM Kalteng melaksanakan upacara di halaman Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono Km 1,5, Kota Palangka Raya. Kegiatan itu diikuti jajaran pimpinan Muhammadiyah, organisasi otonom (ortom), pelajar, tenaga pendidik, serta keluarga besar Amal Usaha Muhammadiyah dari berbagai jenjang pendidikan dan bidang kesehatan.

Upacara tersebut menjadi momentum bagi Muhammadiyah Kalteng untuk meneguhkan komitmen kebangsaan sekaligus memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan bagi masyarakat. Keluarga besar Muhammadiyah di Kalteng diharapkan terus mengisi kemerdekaan melalui karya nyata, membangun Indonesia dengan ilmu, menguatkannya dengan akhlak, serta memajukan bangsa melalui semangat Islam Berkemajuan.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top