PALANGKA RAYA — Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah tidak langsung menelan mentah-mentah hasil kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Laut. Rombongan dewan justru akan memilah program yang relevan dengan karakteristik wilayah Kalteng sebelum diusulkan menjadi kebijakan.
Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon, mengatakan fungsi pengawasan tidak cukup dilakukan di ruang rapat. Tinjauan lapangan ke daerah lain diperlukan untuk membandingkan implementasi program yang berjalan.
“Kami ingin melihat apa yang sudah dilakukan dan apa yang bisa menjadi referensi untuk Kalteng. Tentunya tidak semua bisa langsung diterapkan,” kata Lohing.
Ia menekankan bahwa setiap program tetap harus dikaji dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat Kalteng. Perbedaan geografis dan demografis menjadi pertimbangan utama sebelum sebuah inovasi diadopsi.
Lohing menegaskan hasil kunjungan tidak serta-merta menjadi kebijakan baru di Kalteng. Pihaknya akan menyeleksi program yang dinilai efektif dan cocok dengan karakteristik daerah.
Apabila ditemukan program yang sesuai, Komisi IV dapat menjadikannya sebagai bahan rekomendasi kepada pemerintah daerah. “Kami akan kaji seluruh masukan yang didapat. Kalau ada program yang bagus dan cocok dengan kondisi Kalteng, tentu bisa kita adaptasi dan kembangkan,” pungkasnya.