SAMPIT — Lahan yang menjadi calon lokasi perumahan subsidi di Jalan Bumi Raya 1 hangus terbakar. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah mendapat laporan dari Polsek Baamang.
“Kami sudah melakukan pemadaman dan memblokir area. Alhamdulillah sudah tertangani dibantu sukarelawan swadaya Baamang,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan area yang terbakar membentuk pola menyerupai segi empat. Di tengah lahan yang hangus, papan promosi proyek Perumahan Puri Kencana Indah Residence masih berdiri, menawarkan rumah subsidi tipe 36 dan tipe 70 komersial.
“Kalau kita lihat lokasinya berbentuk segi empat. Di atas lokasi itu memang terdapat rencana pembangunan perumahan, sehingga dugaan sementara lahan ini merupakan area yang akan dikembangkan menjadi kawasan perumahan,” kata Multazam.
Dari temuan itu, BPBD menduga kebakaran tidak terjadi secara alami. “Dugaannya sengaja dibakar karena bentuk area yang terbakar seperti segi empat,” tegasnya.
Multazam memperkirakan luas lahan yang terdampak mencapai sekitar satu hektare, termasuk bahu jalan yang ikut terbakar. Kondisi lahan berupa gambut dengan lapisan cukup tebal sehingga berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
Meski kobaran api telah berhasil dipadamkan, BPBD masih melakukan pendinginan. Risiko kebakaran susulan masih cukup tinggi karena di sisi timur dan utara lokasi masih terdapat semak belukar yang bisa menjadi jalur penyebaran api.
“Sisi kiri dan belakang atau sebelah timur dan utaranya masih tanaman semak belukar dan potensi penyebarluasan kebakaran masih cukup besar,” ujarnya.
Berdasarkan data pemantauan hotspot Kalimantan Tengah, titik panas di lokasi berada di koordinat -2.495100, 112.928370. Satelit NOAA-20 mendeteksi titik panas dengan tingkat kepercayaan medium dan telah terpantau selama satu hari.
Multazam mengakui titik panas sebenarnya sudah masuk sejak Jumat malam, tetapi tim belum sempat memonitor karena rilis data dari BMKG belum keluar. “Kami kemudian mendapat laporan dari Polsek Baamang sehingga langsung menuju lokasi,” katanya.
BPBD Kotim mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau saat kondisi gambut sangat kering dan mudah memicu kebakaran meluas. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan sebelum api menjalar ke lahan atau permukiman di sekitarnya.