RS Kanker Dharmais Resmi Gunakan Teknologi NGS untuk Deteksi Mutasi Gen, Target Pasien Kanker Payudara dan Paru

Penulis: Irfan Hakim  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:49:55 WIB
RS Kanker Dharmais resmi menggunakan teknologi NGS untuk deteksi mutasi gen pada kanker payudara dan paru.

JAKARTA — Pusat kanker nasional RS Kanker Dharmais resmi mengoperasikan teknologi NGS untuk mendukung layanan diagnostik presisi. Langkah ini diambil di tengah tingginya kasus kanker serta kompleksitas karakteristik penyakit yang berbeda pada setiap pasien.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr. Eniarti, M.Sc., Sp.KJ., M.M.R., QHIA, mengatakan penguatan layanan diagnostik presisi menjadi krusial. "Kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kapasitas penanganan kanker, khususnya melalui penguatan layanan diagnostik presisi," kata Eniarti dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Apa Itu Teknologi NGS dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Teknologi NGS memungkinkan pemeriksaan berbagai biomarker genomik dalam satu kali pengujian. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik RS Kanker Dharmais dr. Eka Widya Khorinal, Sp.PD-KHOM, FINASIM menjelaskan, informasi molekuler yang lebih lengkap membantu dokter memahami karakteristik penyakit pasien secara lebih mendalam.

"Dengan informasi molekuler yang lebih lengkap, dokter dapat memahami karakteristik penyakit pasien secara lebih mendalam, mempercepat penentuan strategi pengobatan, serta mendukung keputusan terapi yang lebih personal dan tepat sasaran," ujar Eka.

Jenis Kanker Apa Saja yang Bisa Dideteksi dengan NGS?

Implementasi NGS mencakup pemeriksaan pada tiga jenis kanker utama. Pertama, kanker payudara HR+/HER2-. Kedua, kanker paru jenis non-small cell lung cancer (NSCLC) adenokarsinoma. Ketiga, Leukemia Limfositik Kronis (CLL).

Teknologi ini mampu mengidentifikasi hingga 45 jenis mutasi gen pada kanker payudara dan kanker paru. Sementara untuk CLL, NGS dapat mendeteksi 23 jenis mutasi gen.

Mengapa NGS Penting untuk Pasien Kanker Paru Stadium Lanjut?

Dokter spesialis paru konsultan onkologi toraks RS Kanker Dharmais Dr. dr. Arif Riswahyudi Hanafi, Sp.P(K) Onk mengatakan informasi biomarker sangat menentukan penanganan pasien kanker paru, terutama yang ter

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top