PALANGKA RAYA — Rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng per 16 Oktober 2026 mencatat 5.612 unit/item peralatan disiapkan untuk operasi karhutla. Jumlah itu tersebar di BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Rinciannya, 314 unit kendaraan operasional, 394 unit mesin pompa dan genset, 1.848 unit/rol selang, nozzle dan konektor, serta 1.736 unit/set alat pelindung diri. Tersedia pula 186 unit tenda, 252 unit perangkat drone dan komunikasi, sembilan unit perahu atau sarana apung, dan 873 unit alat pemadaman manual.
Pengadaan Lewat Anggaran Belanja Tidak Terduga
Penguatan peralatan dilakukan melalui pengadaan dengan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Peralatan yang sudah terdata mencakup 400 set pompa tiga inci, 1.500 rol selang 1,5 inci, 500 nozzle gun, serta 300 konektor Y dalam dua ukuran.
Perlengkapan keselamatan ikut disiapkan: 500 unit APD waterpack, 500 pasang sepatu bot, 500 helm pemadam, 500 senter kepala, 50 tangki portabel, 100 mesin semprot gendong, 300 kacamata pelindung, 200 radio komunikasi HT, lima drone thermal, dan enam mobil pemadam kebakaran.
BNPB Kirim 11 Jenis Bantuan, Dua Motor Trail untuk Lamandau
Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah 11 jenis bantuan sarpras kepada BPB-PK Provinsi Kalteng. Bantuan itu meliputi mesin pompa air, tenda pengungsi, tangki fleksibel 5.000 liter, APD karhutla, SCBA, kepyok, jetshooter, dan selang pemadam.
Dua unit motor trail disediakan untuk mobilitas petugas di Kabupaten Lamandau. Penanganan karhutla sendiri melibatkan BPB-PK Provinsi Kalteng, BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, dan dukungan pemerintah pusat.
628 Sumur Bor Jadi Penopang Pasokan Air Petugas
Ketersediaan sumber air jadi bagian penting operasi pemadaman dan pembasahan lahan. Tercatat 628 titik sumur bor dibangun berbagai unsur di Kalimantan Tengah.
Rinciannya, 26 titik dibangun BPBD Provinsi Kalteng, 237 titik oleh Dinas Kehutanan, 210 titik oleh Polda, 117 titik oleh TNI melalui empat Kodim, dan 38 titik oleh Manggala Agni. Sumur bor menopang pasokan air petugas, terutama di kawasan rawan karhutla dan lahan gambut, sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Sebaran Air Bersih di Enam Kabupaten pada 15 Oktober
Pada 15 Oktober 2026, sebanyak 121.600 liter air bersih disalurkan ke Kabupaten Barito Utara, Seruyan, Katingan, Kotawaringin Barat, Barito Timur, dan Murung Raya. Di Barito Utara, air bersih dikirim ke Dusun Parang Kampeng dan Desa Ipu, masing-masing 4.000 liter.
Distribusi di Seruyan menjangkau Desa Halimaung Jaya 4.000 liter, Desa Sungai Undang 4.000 liter, Desa Sembuluh II 7.700 liter, Desa Terawan 6.000 liter, Desa Bangkal 28.600 liter, Desa Sembuluh I 8.400 liter, dan Desa Selunuk 2.200 liter. Di Katingan, 2.400 liter disalurkan ke Kelurahan Kasongan Lama.
Kotawaringin Barat menerima kiriman ke Desa Umpang 1.300 liter, Desa Bangkuang 12.000 liter, Kelurahan Mendawai di Jalan Sudirman 5.000 liter, Kelurahan Madurejo 2.000 liter, dan Desa Sungai Kapitan 2.000 liter. Barito Timur mendapat 24.400 liter untuk Dusun Bantai Karau, sementara Murung Raya menerima 1.200 liter masing-masing di Desa Sungai Lunuk, Kelurahan Puruk Cahu Seberang, dan Desa Muara Jaan.
Akumulasi penyaluran air bersih ke warga terdampak kekeringan di Kalimantan Tengah mencapai 10.002.150 liter hingga 15 Oktober 2026. Besarnya kebutuhan itu menunjukkan penanganan dampak kemarau tidak hanya soal pengendalian karhutla, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar warga di daerah dengan keterbatasan sumber air.