Pencarian

Wagub Kalteng Edy Pratowo Buka Rakor Percepatan Vokasi Pertanian, Pendaftar Taruna Tani Baru 25 Orang

Kamis, 01 Oktober 2026 • 07:47:31 WIB
Wagub Kalteng Edy Pratowo Buka Rakor Percepatan Vokasi Pertanian, Pendaftar Taruna Tani Baru 25 Orang
Wagub Kalteng Edy Pratowo membuka rapat koordinasi percepatan program vokasi pertanian di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Rapat koordinasi yang dibuka Wakil Gubernur Edy Pratowo mewakili Gubernur Agustiar Sabran menyoroti kesenjangan antara luas lahan cetak sawah yang sudah tersedia dan jumlah calon peserta program. Pengembangan lahan cetak sawah di Kalteng dilaporkan telah mencapai 26,4 ribu hektare. Luasan itu dinilai butuh petani terampil agar bisa dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

Program vokasi ini diselenggarakan Pemprov Kalteng bersama Kementerian Pertanian dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya. Skema pendidikannya Diploma 1 Bidang Pertanian, dirancang dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori. Program masuk dalam payung Kartu Huma Betang Sejahtera.

Angka Pendaftar Masih 14 Persen dari Target

Hingga 5 Agustus 2026, jumlah pendaftar calon Taruna Tani baru mencapai 25 orang. Angka itu setara sekitar 14 persen dari target yang ditetapkan. Wagub menyebut kabupaten dan kota perlu turun tangan langsung menjaring calon peserta.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk berperan aktif menyukseskan program ini melalui sosialisasi, penjaringan calon peserta, dan dukungan pelaksanaan di daerah masing-masing," ujar Edy Pratowo saat membacakan sambutan Gubernur.

Lahan Cetak Sawah 26,4 Ribu Hektare Jadi Dasar Program

Dalam sambutan yang dibacakan Wagub, Pemprov Kalteng menempatkan program ini sebagai dukungan terhadap Swasembada Pangan Nasional. Program itu disebut bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Investasi di sektor pertanian dinilai tidak cukup berhenti di pembangunan lahan.

"Lahan yang luas tidak akan memberikan hasil optimal tanpa petani yang terampil dan berdaya saing," kata Edy Pratowo.

Peserta Digratiskan, Berpeluang Terima Insentif

Peserta program ini tidak dikenakan biaya pendidikan. Mereka menjalani praktik lapangan dan berpeluang menerima insentif selama mengikuti pembelajaran. Materi yang dibekalkan mencakup pertanian modern, pengoperasian alat dan mesin pertanian, serta kewirausahaan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyebut Kalteng punya posisi strategis dalam program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Kementerian mendorong generasi muda masuk ke Brigade Pangan.

"Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Karena itu, kami mendorong generasi muda bergabung dalam Brigade Pangan agar mampu mengelola pertanian modern secara produktif dan berkelanjutan," tutur Idha.

Teknologi Drone Masuk Materi Praktik

Idha menjelaskan, pembelajaran berbasis praktik jadi tulang punggung Diploma 1 ini. Peserta dibekali kompetensi pertanian modern hingga pengoperasian alat dan mesin pertanian, termasuk teknologi drone. Bekal itu disiapkan agar lulusan siap bekerja atau berwirausaha di sektor pertanian.

"Kami berharap pemerintah daerah mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengikuti program ini. Dengan dukungan seluruh pihak, pendidikan vokasi pertanian di Kalimantan Tengah diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, melahirkan wirausaha muda, dan menjadi percontohan nasional," tandas Idha.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, menyebut program ini masuk daftar prioritas Pemprov melalui Kartu Huma Betang Sejahtera. Dengan target yang baru terisi sebagian kecil, sosialisasi ke kabupaten dan kota menjadi kunci sebelum proses penjaringan calon peserta ditutup.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haikalteng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks