KALIMANTAN TENGAH — DFSK E5 Plus menawarkan jalan tengah bagi calon pembeli yang ingin mencicipi kendaraan listrik tanpa harus bergantung penuh pada SPKLU. SUV plug-in hybrid ini mengandalkan baterai LFP 25 kWh dengan klaim jarak tempuh listrik murni 140 km (NEDC) dan jarak kombinasi hingga 1.400 km saat baterai serta tangki bensin terisi penuh. Kabin enam penumpang dengan captain seat jadi nilai jual utamanya, meski sejumlah fitur kenyamanan baru bisa dinikmati jika memilih varian tertinggi.
DFSK memamerkan E5 Plus dalam ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober hingga 1 November 2026. Pameran menjadi kesempatan bagi pengunjung melihat langsung SUV PHEV ini, sekaligus menguji klaim pabrikan soal jarak tempuh dan kenyamanan kabin.
Pendekatan plug-in hybrid dipilih DFSK untuk menjembatani kekhawatiran konsumen soal kehabisan baterai di perjalanan jauh. Pengemudi bisa memakai tenaga listrik untuk aktivitas harian, lalu mengandalkan mesin bensin ketika rute menuntut jarak lebih panjang.
E5 Plus dibekali baterai LFP berkapasitas 25 kWh. Menurut klaim DFSK, baterai tersebut mampu membawa mobil melaju hingga 140 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar NEDC.
Jika baterai dan tangki bensin terisi penuh, jarak tempuh kombinasinya diklaim mencapai 1.400 km. Angka ini yang menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang rutin menempuh perjalanan luar kota namun belum siap sepenuhnya bergantung pada SPKLU.
Perlu dicatat, kedua angka tersebut masih sebatas klaim pabrikan berbasis standar NEDC. Konsumsi riil di jalan raya Indonesia, terutama dengan kabin penuh dan medan tanjakan, umumnya berbeda dari hasil uji laboratorium. Pengujian independen masih diperlukan untuk memverifikasi seberapa dekat angka klaim dengan pemakaian sehari-hari.
Untuk kebutuhan keluarga, E5 Plus menawarkan ruang kabin enam penumpang dengan konfigurasi captain seat. Susunan ini memberi ruang gerak lebih lega di baris kedua dibanding bangku bench biasa.
Fitur kenyamanan yang disebut DFSK meliputi panoramic sunroof, layar hiburan 15,6 inci, serta ventilated seat di baris pertama dan kedua. Kombinasi ini menempatkan E5 Plus sebagai SUV keluarga yang berorientasi pada kenyamanan penumpang, bukan sekadar kendaraan hemat bahan bakar.
E5 Plus juga dilengkapi Advanced Driver Assistance System (ADAS) untuk membantu pengemudi selama perjalanan. Sayangnya, DFSK belum merinci level ADAS yang diusung maupun daftar fiturnya secara lengkap dalam pemaparan ini.
Bagi calon pembeli, rincian fitur ADAS penting untuk dicek langsung saat pameran atau test drive. Sebab, cakupan ADAS di segmen PHEV keluarga cukup bervariasi antar merek, mulai dari peringatan tabrakan hingga adaptive cruise control.
E5 Plus menyasar konsumen yang ingin mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa langsung meninggalkan mesin bensin. Bagi keluarga yang butuh kabin enam penumpang dan sering menempuh perjalanan jauh, kombinasi listrik dan bensin memberi fleksibilitas yang sulit ditandingi mobil listrik murni di kelas harga yang sama.
Sebaliknya, pengguna yang hampir seluruh perjalanannya di dalam kota dan punya akses charging di rumah mungkin lebih diuntungkan dengan mobil listrik murni yang biaya operasionalnya lebih rendah. Keputusan akhir sebaiknya menunggu harga resmi dan hasil uji konsumsi riil, bukan hanya berpatokan pada klaim NEDC.