Sekretaris Diskan Kotim Ajak Warga Makan Ikan, Sebut 4 Manfaat untuk Tubuh hingga Ekonomi Nelayan

Penulis: Hendra Wijaya  •  Minggu, 01 November 2026 | 15:16:01 WIB
Sekretaris Dinas Perikanan Kotawaringin Timur Muhamad Indra mengajak warga meningkatkan konsumsi ikan.

SAMPIT — Ajakan itu disampaikan Muhamad Indra, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur, lewat tulisan yang menyoroti masih banyaknya warga yang lebih memilih lauk goreng lain ketimbang ikan. Alasan yang kerap muncul beragam: banyak duri, bau amis, atau menganggap ikan hanya cocok dimakan saat ingin menjadi juara kelas.

Padahal, menurut Indra, manfaat ikan tidak terbatas untuk pelajar. Anak usia dini, orang dewasa, hingga lanjut usia sama-sama membutuhkan asupan gizi dari ikan. Indonesia sebagai negara kepulauan punya stok melimpah: lele, nila, bandeng, tongkol, kembung, tuna, sampai udang.

Protein Ikan, Bahan Bangunan Tubuh yang Sering Terlupakan

Indra menjelaskan ikan merupakan sumber protein hewani yang membantu pertumbuhan, pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, serta pemeliharaan otot. Protein juga dibutuhkan untuk membentuk enzim dan berbagai komponen penting dalam tubuh.

Ia mengibaratkan tubuh seperti rumah yang hendak direnovasi. Protein adalah bahan bangunannya. "Pekerja sudah siap, tetapi proyeknya terhambat" bila batu bata belum datang, tulisnya. Karena itu, konsumsi ikan perlu dipadukan dengan sayur, buah, kacang-kacangan, dan sumber karbohidrat.

Omega-3 untuk Otak, Bukan Jaminan Langsung Jago Matematika

Sejumlah ikan berlemak seperti sarden, salmon, dan makarel mengandung asam lemak omega-3, termasuk EPA dan DHA. DHA merupakan komponen penting dalam otak dan retina mata. Ikan juga dapat menyediakan vitamin B12, vitamin D pada jenis tertentu, serta mineral seperti selenium dan yodium, bergantung pada jenisnya.

Indra merujuk laporan konsultasi ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang diterbitkan pada 2024. Laporan itu menyebut ikan menyediakan energi, protein, dan beragam zat gizi penting bagi kesehatan pada berbagai tahap kehidupan, mulai dari kehamilan dan masa kanak-kanak hingga usia dewasa.

Meski begitu, ia menegaskan ikan bukan makanan khusus orang pintar. "Jangan berharap makan ikan hanya sekali langsung bisa mengerjakan soal matematika yang katanya rumit itu tanpa menghitung," tulisnya.

Ganti Sebagian Protein Berlemak Jenuh dengan Ikan

Ikan berlemak dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung. Kandungan omega-3 berperan dalam berbagai proses tubuh, sementara mengganti sebagian sumber protein tinggi lemak jenuh dengan ikan membantu memperbaiki kualitas pola makan.

Indra mengingatkan makan ikan bukan berarti bebas mengonsumsi gorengan, makanan tinggi garam, dan minuman manis sesuka hati. Ia memberi gambaran ekstrem: makan ikan bakar setiap hari tetapi ditemani minuman manis berukuran galon 19 liter tetap membuat keseimbangan pola makan perlu diperhatikan.

Dampak ke Warung Makan dan Pembudidaya Ikan

Permintaan ikan yang naik ikut menggerakkan perekonomian. Nelayan, pembudidaya, pedagang pasar, pengolah hasil perikanan, hingga pemilik warung makan memperoleh manfaat ketika konsumsi ikan bertambah.

Indra menyarankan warga memilih ikan lokal seperti lele, nila, kembung, tongkol, udang, dan bandeng. Tidak perlu membeli ikan mahal untuk mendapat makanan bergizi. Yang penting jenis ikan sesuai kebutuhan, anggaran, ketersediaan, dan cara pengolahannya.

Dengan begitu, seporsi ikan memberi manfaat ganda: tubuh mendapat asupan gizi, pelaku usaha perikanan memperoleh kesempatan menambah pendapatan.

Angka Konsumsi Ikan Nasional 57,91 Kilogram per Kapita

Indra membedakan target konsumsi ikan nasional dengan kebutuhan gizi individu. Angka konsumsi nasional merupakan indikator statistik untuk melihat konsumsi masyarakat, bukan batas minimum medis yang wajib dipenuhi setiap orang.

Berdasarkan dokumen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), angka konsumsi ikan nasional Indonesia pada 2023 tercatat 57,91 kilogram per kapita per tahun. Untuk 2024, targetnya 59 kilogram per kapita per tahun.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur sendiri, ajakan ini menyasar kebiasaan dapur rumah tangga. Ikan disebut sebagai pangan bergizi yang layak masuk menu harian, sejajar dengan lauk lain yang lebih dulu akrab di meja makan warga.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top