KALIMANTAN TENGAH — WhatsApp Web menambah opsi masuk lewat nomor telepon terdaftar, sehingga pengguna tidak lagi bergantung pada pemindaian QR code di layar laptop. Layanan berbasis web yang diperkenalkan sejak Januari 2015 itu tetap berfungsi sebagai perpanjangan akun di ponsel, dengan syarat koneksi internet stabil di kedua perangkat. Perubahan ini memudahkan pengguna yang kamera ponselnya bermasalah atau sedang membuka WhatsApp Web dari perangkat jauh.
WhatsApp Web berjalan sebagai cermin akun yang aktif di ponsel. Semua pesan, kontak, dan media tetap tersimpan di perangkat utama, sementara browser hanya menampilkan tampilan yang lebih lebar untuk memudahkan pengetikan dan pengiriman dokumen kerja maupun tugas kuliah.
Karena sifatnya cermin, sesi di browser tidak bisa berdiri sendiri. Pengguna wajib memiliki aplikasi WhatsApp terpasang dan sudah login di ponsel sebelum menautkan perangkat baru lewat menu Linked Devices.
Metode pertama adalah pemindaian QR code, cara yang paling umum dipakai sejak layanan ini dirilis. Pengguna membuka https://web.whatsapp.com di browser laptop atau PC, lalu memindai kode yang muncul menggunakan kamera ponsel melalui menu Perangkat Tertaut.
Metode kedua memanfaatkan nomor telepon yang sudah terdaftar. Opsi ini muncul sebagai tombol "Log in with phone number" di bawah QR code pada halaman WhatsApp Web, dan menjadi alternatif ketika kamera ponsel tidak bisa digunakan.
WhatsApp Web dapat diakses lewat browser desktop tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Sesi tertaut akan tetap aktif selama ponsel terhubung ke internet, dan pengguna bisa memeriksa daftar perangkat yang sedang masuk lewat menu Perangkat Tertaut.
Opsi login via nomor telepon berguna bagi pengguna yang memakai ponsel dengan kamera rusak, atau yang ingin menautkan akun dari komputer tanpa harus mengambil ponsel setiap kali.
Menutup sesi dari ponsel menjadi langkah pengamanan yang disarankan ketika pengguna memakai komputer bersama atau fasilitas umum. Sesi yang lupa ditutup tetap bisa diakhiri dari jarak jauh lewat menu yang sama, tanpa perlu menyentuh browser di perangkat tersebut.
Bagi pelaku bisnis digital yang mengandalkan WhatsApp untuk komunikasi pelanggan, pengelolaan perangkat tertaut perlu dicek berkala. Sesi yang menumpuk di banyak komputer memperbesar risiko akses tidak sah jika salah satu perangkat dipakai orang lain.