PALANGKA RAYA — Rombongan DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalteng menyambangi sejumlah infrastruktur krusial Stadion Sukma Negara. Lintasan atletik, tribun penonton, kondisi lapangan, dan fasilitas penunjang menjadi perhatian utama dalam inspeksi tersebut.
Seluruh elemen dinilai vital untuk menjamin kelancaran pertandingan. Fasilitas yang memadai juga dibutuhkan agar atlet, ofisial, dan penonton mendapatkan kenyamanan selama Porprov berlangsung.
Riska menegaskan, dewan perlu memotret langsung progres pekerjaan secara riil. Menurutnya, stadion yang diproyeksikan sebagai venue utama Porprov harus dirancang sesuai spesifikasi dan standar pertandingan.
Pembangunan tidak boleh sekadar memoles tampilan fisik. "Kami ingin melihat langsung kondisi stadion dan progres renovasinya. Fasilitas yang dibangun harus benar-benar fungsional untuk menunjang pelaksanaan Porprov nanti," ujar Riska di sela-sela peninjauannya.
Legislator Partai Golkar itu mengingatkan agar percepatan pengerjaan tidak mengorbankan kualitas. Fasilitas olahraga yang memadai dibutuhkan agar atlet dapat berlaga optimal sesuai standar teknis masing-masing cabang olahraga.
Riska berharap kualitas pembangunan berdampak jangka panjang. Stadion Sukma Negara tidak boleh hanya megah saat gelaran Porprov, tetapi terus bermanfaat sebagai pusat pembinaan dan kegiatan olahraga masyarakat setelah perhelatan usai.
"Yang paling krusial bukan sekadar selesai dibangun, melainkan bagaimana kualitas akhirnya. Kami berharap semua fasilitas yang direnovasi benar-benar presisi dengan kebutuhan pertandingan," imbuhnya.
Di luar urusan fisik bangunan, Riska menyoroti pentingnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. Sinergi solid dibutuhkan untuk mematangkan kesiapan venue hingga akomodasi peserta.
Porprov XIII Kalteng 2026 akan menjadi panggung adu prestasi bagi ribuan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Skala acara yang besar membuat kematangan sarana pertandingan menjadi penentu kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
"Kami berharap persiapan ini terus digenjot dan dimatangkan, sehingga tidak ada kendala teknis berarti saat hari H pelaksanaan. Porprov ini harus menjadi momentum kebangkitan dan tolok ukur kemajuan olahraga di Kalimantan Tengah," pungkas Riska.