SAMPIT — Abdul Hafid menilai respons pemerintah provinsi yang bergerak cepat menginstruksikan Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah sebagai langkah tepat. Menurutnya, bangunan sekolah sangat dibutuhkan agar aktivitas belajar mengajar dapat berjalan kembali dengan baik.
Gubernur Agustiar Sabran disebutnya tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga turun langsung mengecek kondisi di lapangan. Hal itu dinilai menunjukkan komitmen pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan di daerah.
Kunjungan ke SMAN 1 Cempaga dilakukan Gubernur Kalteng bersama Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Reza Prabowo pada Sabtu 3 Oktober 2026 sore. Dalam kunjungan tersebut, gubernur memastikan pembangunan kembali fasilitas sekolah yang terbakar akan dilaksanakan pada tahun ini.
Langkah itu diambil agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu terlalu lama. Hafid menyebut sikap cepat tanggap gubernur sebagai bukti kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan di daerah.
"Kami mengapresiasi langkah cepat Gubernur Kalimantan Tengah yang langsung merespons kejadian kebakaran di SMAN 1 Cempaga dan menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk segera menindaklanjutinya," ujar Hafid, Sabtu 3 Oktober 2026.
Kebakaran di SMAN 1 Cempaga terjadi pada Sabtu 27 September 2026 sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa itu menghanguskan sejumlah bangunan sekolah, termasuk ruang kelas, aula, dan kantor.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kebakaran diduga karena korsleting listrik dari kulkas di ruang Wakil Kepala Sekolah. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Dewan daerah pemilihan Kotim-Seruyan ini berharap proses pembangunan kembali fasilitas yang terbakar dapat segera direalisasikan. Tujuannya agar para siswa tidak mengalami kendala dalam menjalani kegiatan belajar mengajar.
"Harapan kita tentu pembangunan bisa segera dilakukan agar siswa dapat kembali belajar dengan nyaman dan proses pendidikan tidak terganggu dalam waktu yang lama," tukasnya.
Hafid juga meminta kebakaran ini menjadi perhatian kepala sekolah agar lebih mengedepankan keamanan. Salah satunya dengan menempatkan penjaga sekolah aktif tidak hanya siang, tetapi juga malam.
"Kepala sekolah bukan hanya semata mengurus aktivitas pendidikan saja, tapi juga menjaga fasilitas agar terjaga, seperti kondisi bangunan gedung, listrik dan sarana lainnya," tegas Hafid.
Menurut Hafid, Gubernur Kalteng merupakan sosok yang peduli dengan dunia pendidikan, termasuk urusan sarana dan prasarana sekolah. Ia menilai sekolah tinggal menyampaikan kebutuhan yang ada, dan pemerintah provinsi akan menindaklanjutinya.