PALANGKA RAYA — Penyaluran air bersih tahap terbaru menyasar desa-desa yang sumber airnya mengering akibat kemarau panjang. Di Kabupaten Barito Timur, distribusi dilakukan ke lima titik: Desa Rodok 5.000 liter, Desa Tampa 5.000 liter, Desa Wuran 4.000 liter, Dusun Bantai Karau 3.600 liter, dan Desa Bararawa 5.000 liter.
Kabupaten Gunung Mas menerima suplai untuk Desa Teluk Lawah sebanyak 8.000 liter. Sementara Kota Palangka Raya mendapat jatah distribusi di wilayah Sei Gohong dengan volume 8.800 liter.
Di Kabupaten Lamandau, air bersih disalurkan ke Desa Tri Tunggal, Kecamatan Sematu Jaya, sebanyak 20.000 liter. Volume itu mencukupi kebutuhan 96 kepala keluarga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih.
Kabupaten Kotawaringin Timur menerima distribusi ke lima desa: Jaya Karet 4.400 liter, Basirih Hulu 2.200 liter, Regei Lestari 4.400 liter, Lempuyang 6.600 liter, dan Telaga Biru 4.400 liter. Adapun Kotawaringin Barat mendapat suplai untuk Desa Palih Baru sebanyak 4.800 liter.
Penyaluran air bersih yang berlangsung sejak awal kemarau membuat total distribusi kumulatif hingga 22 September 2026 mencapai 2.901.950 liter. Angka itu merupakan akumulasi dari seluruh wilayah yang telah menerima bantuan sejak penyaluran pertama.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan kondisi di lapangan. Penyaluran air bersih akan dilanjutkan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Data distribusi yang dirilis baru bersifat sementara. Laporan dari masing-masing wilayah masih terus masuk seiring berjalannya proses suplai air bersih di sejumlah lokasi.
Kondisi kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah desa di Kalimantan Tengah kehilangan akses air bersih. Pemenuhan kebutuhan air menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar sehari-hari warga.
Langkah penyaluran air bersih ini menjadi bagian dari respons pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan air minum dan sanitasi selama musim kemarau berlangsung.