KALIMANTAN TENGAH — Karakter Santun digambarkan sebagai putri Kyai Umar yang menjalin hubungan dengan Rico, sebuah relasi yang membawa perubahan besar dalam hidup keduanya. Bagi Indah, peran ini menuntut lebih dari sekadar hafalan dialog.
"Paling challenging ya sebenarnya sih karakternya kan dia punya banyak layer perasaannya. Terus kayak masalah hidupnya itu cukup rumit dan bagaimana dia mau keluar dari permasalahan itu yang sebenarnya aku pelan-pelan mencoba pahami gitu," ujar Indah Permatasari saat ditemui di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/09/2026).
Ia menambahkan bahwa proses pendalaman karakter dan persoalan batin Santun menjadi porsi terbesar yang harus ia kerjakan selama syuting.
Produksi film ini berjalan lebih hangat karena Arie Kriting, suami Indah, ikut terlibat sebagai konsultan komedi sekaligus pemain pendukung. Kehadirannya memberi warna berbeda di tengah cerita pesantren yang sarat nilai religi.
"Dan memang dia jadi semacam scene stealer, ya. Malah jadi golden scene, ya. Tapi baguslah, maksudnya kayak kehadirannya Bang Arie jadi punya warna buat film Ibadah & Cinta," kata Indah.
Di antara adegan-adegan penuh tawa, Indah menyimpan satu momen yang paling menguras emosi. Dalam film itu, Santun kehilangan sang ibunda.
"Scene tak terlupakan, scene nangis kehilangan ibu waktu di rumah. Itu menurutku sedih banget. Dan perjalanannya bawa petinya. Berada di kubur situ jadi itu sih yang paling sedih buat aku," ucapnya.
Menggarap adegan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Indah menyebut butuh waktu dan konsentrasi agar emosi karakter tersampaikan dengan tepat.
"Ya, sebenarnya sih kalau adegan-adegan yang memang dalam kayak gitu tuh memang harus butuh waktu dan konsentrasi sih. Tapi nanti tonton aja," pungkasnya.
Ibadah & Cinta dijadwalkan tayang perdana di bioskop seluruh Indonesia mulai 24 September 2026. Film ini mengangkat kisah Santun dan Rico dengan berbagai persoalan kehidupan serta perjalanan yang diharapkan menyampaikan pesan tentang ketulusan dan keikhlasan.
"Kalau film Ibadah & Cinta itu punya warna sendiri, punya masalah sendiri yang kita sebagai pemain pasti punya rasa yang berbeda memainkan ini ya dibandingkan film-film lain. Dan pastinya secara cerita ini menarik sih, menarik banget," pungkas Indah.
Bagi Indah, pengalaman syuting di lingkungan pesantren menjadi bagian yang berkesan tersendiri. Film religi memang bukan genre baru di pasar Indonesia, tetapi kombinasi drama keluarga dan sentuhan komedi Arie Kriting menjadi daya tarik yang coba ditawarkan Ibadah & Cinta kepada penonton bioskop bulan depan.