KALIMANTAN TENGAH — Altman menilai kondisi saat ini belum ideal untuk membawa OpenAI ke pasar publik. Ia menyoroti tekanan seputar isu keamanan AI yang sedang jadi perhatian banyak pihak.
Dalam wawancara bersama Pemimpin Redaksi Fortune Alyson Shontell, Altman ditanya apakah rencana IPO membuat OpenAI merasa harus bergerak sangat cepat. Pertanyaan itu muncul di tengah dampak insiden peretasan OpenAI-HuggingFace serta diskusi luas soal keselamatan AI.
"Kami tidak terburu-buru melakukan IPO," kata Altman. "Saya justru berpikir, dengan semua yang terjadi soal keamanan, saat ini adalah momen yang kurang bijak untuk go public."
Pernyataan itu menegaskan bahwa OpenAI memilih menahan langkah meski proses administrasi menuju bursa sudah berjalan. Altman menyebut perusahaan akan melantai "saat kami siap, yaitu ketika bisnisnya siap, ketika kami merasa siap dengan kondisi teknologi ini di masyarakat."
Saat didesak apakah IPO benar-benar tidak terjadi pada 2026, Altman menjawab tegas. "Saya katakan bukan 2026, ya. Kami masih punya banyak hal yang harus dikerjakan," ujarnya.
Pernyataan ini memperjelas arah perusahaan setelah sebelumnya dikabarkan melirik bursa saham. The New York Times pada Juni melaporkan OpenAI telah merekrut bankir dan pengacara dengan target go public pada kuartal ketiga atau keempat 2026.
Namun laporan itu juga menyebut OpenAI lebih condong menunda ke 2027. Dua faktor utamanya adalah volatilitas saham teknologi dan tantangan finansial yang masih dihadapi perusahaan.
Penundaan IPO OpenAI memberi sinyal bahwa perusahaan rintisan AI terbesar saat ini belum ingin tunduk pada tekanan kuartalan pasar publik. Selama belum melantai, OpenAI tetap punya keleluasaan mengatur strategi produk dan riset tanpa harus mempertanggungjawabkannya ke pemegang saham ritel.
Bagi investor yang menanti akses ke saham OpenAI, keputusan ini berarti peluang itu mundur setidaknya satu tahun. Sementara bagi pesaing seperti Anthropic dan Google DeepMind, situasi ini memperpanjang periode ketika OpenAI masih beroperasi dengan struktur perusahaan tertutup.
Altman tidak menyebut tanggal baru yang pasti. Ia hanya menekankan bahwa kesiapan bisnis dan kesiapan sosial terhadap teknologi AI akan jadi penentu utama kapan OpenAI akhirnya melantai di bursa.