Warga Desa Malungai Raya, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengeluhkan tidak adanya tenaga kesehatan dan ketersediaan air bersih di desa mereka. Keluhan itu disampaikan saat kunjungan anggota DPRD Barito Selatan, Raden Sudarto, bersama Wakil Bupati Khristianto Yudha untuk menyerahkan sembako. Dua persoalan ini disebut telah disuarakan warga sejak Musrenbang tingkat kecamatan pada Februari 2026, tetapi belum ada realisasi.
BUNTOK — Anggota DPRD Barito Selatan, Raden Sudarto, mengungkapkan bahwa warga Desa Malungai Raya menyampaikan dua kebutuhan mendesak dalam kunjungan bersama Wakil Bupati Khristianto Yudha beberapa waktu lalu. Dua hal itu adalah keberadaan tenaga kesehatan dan ketersediaan air bersih.
Menurut Sudarto, persoalan tenaga kesehatan bukan kali ini saja disampaikan warga. Aspirasi yang sama telah muncul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada Februari 2026 lalu.
"Keluhan yang disampaikan warga tersebut hingga kini belum terlihat realisasi penempatan tenaga kesehatannya di Desa Malungai Raya," ujar politisi PDIP Barito Selatan yang akrab disapa Haji Alex itu, Jumat.
Sudarto menilai tanpa tenaga kesehatan yang siaga di desa, warga otomatis tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Jika harus berobat ke fasilitas yang lebih lengkap, warga Malungai Raya mesti menuju Puskesmas Desa Patas yang jaraknya cukup jauh.
"Kalau mereka harus berobat karena sakit, mereka harus datang ke Puskesmas Patas dan itu jaraknya jauh dari Desa Malungai. Padahal hal itu sudah disuarakan mereka saat Musrenbang Kecamatan bulan Februari lalu," kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan tersebut.
Ia menegaskan warga tidak meminta hal berlebihan. Mereka hanya mengharapkan tenaga kesehatan yang bisa memberikan pelayanan dasar, terutama saat warga membutuhkan penanganan kesehatan.
Selain tenaga kesehatan, warga meminta pemerintah daerah menyuplai air bersih selama musim kemarau. Sumur-sumur warga mulai mengering sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
"Untuk air bersih, masyarakat meminta agar ada suplai air bersih dari pemerintah kabupaten, karena saat musim kemarau seperti sekarang ini sumur-sumur menjadi kering, sementara masyarakat sangat memerlukan air bersih," jelasnya.
Sudarto menyoroti kondisi jalan dan lingkungan yang berdebu di Desa Malungai Raya selama kemarau. Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu kesehatan warga di tengah keterbatasan akses air bersih.
Sudarto berharap Dinas Kesehatan Barito Selatan segera menindaklanjuti aspirasi warga dengan menugaskan tenaga kesehatan di Desa Malungai Raya. Menurutnya, pelayanan kesehatan adalah salah satu pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah, termasuk bagi warga di wilayah pelosok.
"Karena, kesehatan itu merupakan program wajib, sehingga Dinas Kesehatan wajib memperhatikan hal tersebut, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang ini debunya sangat luar biasa," katanya.
Untuk air bersih, ia meminta Pemkab Barito Selatan melalui dinas terkait segera menyalurkan suplai ke Desa Malungai Raya. Desa tersebut berada di wilayah relatif terpencil sehingga akses warga terhadap sumber air maupun fasilitas pelayanan dasar tidak semudah wilayah perkotaan.
"Jadi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui dinas terkait diharapkan dapat menyuplai air bersih ke sana," demikian Raden Sudarto.