KALIMANTAN TENGAH — Latihan tersebut disampaikan Imam dalam acara Media Day Pelatnas PBSI di Jakarta. Ia menegaskan bahwa pendekatan teknik menjadi prioritas utama setelah para atlet menyelesaikan agenda Kejuaraan Dunia.
"Persiapan khusus (para atlet tunggal putri) pasti ada. Jadi, untuk segi tekniknya itu, setelah dari Kejuaraan Dunia, saya fokuskan ke (teknik) gimana caranya menang," kata Imam Tohari.
Untuk nomor tunggal putri Asian Games 2026, Indonesia mengandalkan Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan. Sementara Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Mutiara Ayu Puspitasari disiapkan memperkuat tim beregu putri.
Imam menilai kondisi fisik para atlet berada di level bagus. Aspek teknik terus dimatangkan agar pola permainan berjalan efektif saat menghadapi lawan-lawan ketat.
Imam mengarahkan para atlet untuk memainkan teknik terbaik, terutama ketika mendapatkan peluang mencetak poin dan menghadapi situasi penting dalam pertandingan.
"Saya selalu tekankan itu teknik untuk menang, terutama saat kondisi poin-poin yang krusial," ujarnya.
Menurutnya, kemampuan mengeksekusi teknik di momen krusial akan menentukan hasil akhir pertandingan. Hal ini yang terus diasah selama pemusatan latihan nasional.
Setelah menjalani persiapan di pelatnas, para atlet akan melanjutkan latihan di Jepang selama beberapa hari sebelum pertandingan dimulai. Latihan tersebut sekaligus menjadi masa adaptasi dengan kondisi lingkungan dan lapangan pertandingan di Negeri Sakura.
Nomor tunggal putri dijadwalkan bertanding pada 25-29 September. Sementara nomor beregu dimainkan lebih dulu pada 20-24 September.
Imam menyebut pertandingan nomor beregu memainkan peranan penting. Hasil dan atmosfer pertandingan beregu dapat berdampak terhadap kepercayaan diri serta mental para atlet yang akan bertanding pada nomor berikutnya, termasuk tunggal putri.
Modal itu setidaknya terlihat dari penampilan tim beregu putri yang baru saja membawa pulang medali perunggu Uber Cup 2026. Indonesia datang sebagai tim yang tidak terlalu diunggulkan dalam turnamen tersebut, namun mampu menorehkan prestasi.
Dengan persiapan teknik yang terus dimatangkan, Imam berharap para atlet tunggal putri mampu tampil maksimal dan bersaing di level tertinggi Asian Games 2026.