Kekeringan mulai memukul warga di sejumlah desa di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda pun mengajak seluruh perusahaan dan organisasi di daerah itu untuk ikut berkontribusi menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
KUALA PEMBUANG — Imbauan itu disampaikan Ahmad Selanorwanda di Kuala Pembuang, Rabu. Bupati meminta pihak perusahaan maupun organisasi yang beroperasi di kabupaten setempat berkoordinasi dengan PDAM dan Dinas PUPR agar bantuan tepat sasaran.
"Saya mengimbau kepada seluruh perusahaan dan organisasi untuk bisa berhubungan dengan PDAM dan Dinas PUPR, untuk sama-sama berkontribusi membantu penyediaan air bersih untuk masyarakat," kata Ahmad Selanorwanda.
Kebutuhan bantuan ini dinilai mendesak, terutama di desa-desa yang sumber air bersihnya mulai terganggu akibat kemarau. Gangguan ini tidak hanya terjadi pada sumber air baku, tetapi juga berpotensi mengganggu sarana prasarana yang sudah ada.
"Di musim kemarau ini, sarana prasarana air bersih yang mungkin terjadi gangguan, sehingga perlu suplai atau perlu bantuan air bersih dan kami siap untuk memenuhi itu," jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Seruyan sendiri telah menjalankan program penyaluran air bersih gratis untuk warga terdampak. Bupati menegaskan pihaknya hadir membantu masyarakat di tengah sulitnya mendapatkan air layak konsumsi.
Hingga saat ini, bantuan air bersih telah disalurkan ke Desa Bangun Harja dan Desa Pematang Panjang di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Dua desa tersebut menjadi prioritas awal karena ketersediaan air bersihnya paling terdampak.
Keterlibatan dunia usaha dinilai dapat mempercepat distribusi bantuan ke lebih banyak titik. Bupati berharap partisipasi aktif dari perusahaan dan organisasi bisa memperluas jangkauan penanganan kekeringan, tidak hanya mengandalkan armada dan anggaran pemerintah daerah.
"Selain Pemkab Seruyan, seluruh perusahaan dan organisasi di kabupaten setempat juga bisa ikut berpartisipasi secara aktif dengan menyalurkan air bersih gratis untuk masyarakat," ujar Ahmad Selanorwanda.