Penurunan kondisi fisik petugas karhutla menjadi perhatian serius Pemkab Kotawaringin Timur. Setelah beroperasi lebih dari satu bulan, petugas dan relawan masih harus bertahan di tengah titik api yang tersebar di sejumlah wilayah. Posko kesehatan di kantor BPBD Kotim pun diaktifkan untuk memastikan mereka yang bertugas di lapangan tetap fit.
Bupati Kotim Halikinnor meninjau langsung posko tersebut didampingi Dandim 1015/Sampit, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan. Keduanya juga menjalani pemeriksaan kesehatan bersama petugas dan relawan yang tengah bertugas.
Halikinnor menegaskan bahwa tugas pemadaman yang berat menuntut kondisi fisik prima. "Kita ingin memastikan petugas dan relawan di lapangan dalam kondisi sehat. Tugas mereka sangat berat, sehingga kesehatan harus menjadi perhatian utama," ujarnya, Kamis (3/9/2026).
Lebih dari sebulan lamanya sejumlah wilayah di Kotim masih dilanda kebakaran hutan dan lahan. Petugas harus bekerja siang-malam di lokasi yang sulit dijangkau, dengan kepungan api dan asap yang mengancam kesehatan pernapasan.
Menurut Halikinnor, pemeriksaan kesehatan rutin bukan sekadar formalitas. Daya tahan tubuh para petugas menjadi kunci kelancaran pemadaman di lapangan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dari TNI, Polri, BPBD, hingga relawan yang terlibat. "Apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, BPBD, serta relawan atas dedikasi tanpa lelah," katanya.
Pelayanan kesehatan di posko tersebut merupakan hasil kerja sama Pemkab Kotim dengan Palang Merah Indonesia (PMI), perbankan, dan sejumlah pelaku usaha di daerah setempat. Mereka menyediakan tenaga medis serta kebutuhan lain untuk menunjang pemeriksaan kesehatan para petugas.
Pemkab menegaskan bahwa kesehatan personel tetap menjadi prioritas di tengah upaya pemadaman yang belum selesai. Dengan fisik yang terjaga, target penanganan karhutla diharapkan berjalan lebih efektif dan cepat.