Tepian Ahmad Yani Berau Disiapkan Jadi Wisata Kuliner, Pos Jaga Dinonaktifkan Bakal Difungsikan

Penulis: Joko Purnomo  •  Rabu, 02 September 2026 | 23:44:31 WIB
Pemerintah Kabupaten Berau mengaktifkan pos jaga di Tepian Ahmad Yani sebagai pusat informasi wisata dan pengawasan keamanan.

KALIMANTAN TENGAH — Tepian Ahmad Yani bukan lagi sekadar tempat duduk-duduk sore. Kawasan tepian di jantung Kota Tanjung Redeb ini perlahan berubah wajah menjadi tujuan wisata kuliner yang menggerakkan roda ekonomi lokal. Seiring bertambahnya lapak pedagang dan arus pengunjung yang datang, pemerintah kabupaten mulai serius menata kawasan ini agar aman, tertib, dan nyaman.

Pos Jaga Segera Beroperasi dengan Fungsi Ganda

Bangunan pos penjaga yang selama ini berdiri tanpa fungsi di kawasan Tepian Ahmad Yani akan segera diaktifkan. Hal ini merupakan tindak lanjut instruksi langsung Bupati Berau agar fasilitas publik yang telah dianggarkan tidak dibiarkan mangkrak tanpa peruntukan yang jelas. Rencananya, pos jaga bukan hanya menjadi titik pengawasan keamanan, tetapi juga disiapkan menjadi pusat informasi pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, menegaskan bahwa pos ini akan dioptimalkan sesuai tujuan pembangunannya. "Setelah selesai ini kan belum berfungsi, makanya bapak bupati menginstruksikan kepada kita semua supaya segera difungsikan. Nah momentum inilah kita rapat tadi supaya ini berfungsi sesuai dengan tujuannya dibangunnya pos jaga ini," ujarnya di sela rapat koordinasi belum lama ini.

Pembagian Tugas: Dishub di Pagi, Satpol PP di Malam Hari

Pengelolaan kawasan tepian butuh kerja sama lintas sektor. Untuk itu, Disbudpar menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat.

Koordinasi ini menghasilkan skema pembagian tugas yang jelas berdasarkan waktu. Pada pagi hari, Dishub akan fokus melakukan penertiban dan pengaturan parkir yang selama ini menjadi masalah klasik di area tersebut. Sementara itu, ketika aktivitas pedagang mulai ramai di sore hingga malam hari, Satpol PP yang akan bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di titik terdekat keramaian.

"Kalau dari pagi nanti penertiban parkir seperti parkir-parkir ini dari Dishub. Mungkin nanti ketika pedagang sudah mulai ramai, dari Satpol PP mulai sore sampai malam menjaga keamanan yang terdekat," jelas Yudha. Skema ini diharapkan membuat pengawasan lebih terarah karena disesuaikan dengan kepadatan aktivitas masyarakat yang berbeda di tiap waktu.

Wisatawan dan Pedagang Jadi Prioritas Utama

Hadirnya petugas di Tepian Ahmad Yani bukan hanya untuk penertiban. Lebih jauh, pemerintah ingin memberikan rasa aman bagi semua pihak yang berkegiatan di sana, mulai dari keluarga yang bersantai, pedagang yang berjualan, hingga wisatawan yang menikmati suasana tepian sembari menyantap kuliner lokal.

Transformasi kawasan ini merupakan bagian dari pengembangan wisata perkotaan (city tour) Berau. Aspek keamanan dan kenyamanan menjadi fondasi utama agar kawasan ini berkembang sebagai destinasi.

"Seluruh pihak kita libatkan. Termasuk juga kelurahan dan kecamatan sebagai wilayah yang ada di sini. Untuk sama-sama menjaga bahwa ini adalah tempat wisata kuliner kita, wisata perkotaan yang perlu kenyamanan dan keamanan," kata Yudha menambahkan.

Menuju Pusat Informasi Wisata Berau

Kehadiran pos jaga di Tepian Ahmad Yani ke depan akan memiliki fungsi lebih luas dari sekadar tempat berjaga. Disbudpar Berau tengah menyiapkan konsep pengembangan pos tersebut menjadi pusat informasi wisata. Berbagai data tentang destinasi unggulan di Kabupaten Berau, seperti keindahan bawah laut atau wisata alamnya, nantinya bisa diakses di sini sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan ke objek wisata lain.

Meski konsepnya sudah jelas, pengoperasian pos tidak serta-merta berjalan cepat. Disbudpar bersama instansi terkait masih menyusun jadwal dan mekanisme penjagaan agar pembagian tugas antarpetugas berjalan efektif. Yudha menargetkan jadwal penjagaan oleh Dishub dan Satpol PP sudah tersusun dalam satu hingga dua minggu ke depan. "Mudah-mudahan dalam waktu satu sampai dua minggu ini penjadwalannya sudah ada dulu, karena secara bertahap," ungkapnya.

Selain kesiapan personel, kebutuhan dasar fasilitas di dalam pos jaga juga masih perlu dilengkapi untuk menunjang aktivitas petugas yang akan berjaga selama beroperasi.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: poskotakaltimnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top