Asosiasi Provinsi PSSI Kalimantan Tengah (Asprov PSSI Kalteng) resmi mengesahkan tiga anggota baru dalam Kongres Biasa yang digelar hybrid di Aula Dinas PUPR Kalteng, Minggu. Pengesahan ini mencakup dua klub dan satu asosiasi pelatih, sekaligus menjadi modal penting menjelang Kongres Pemilihan ketua baru. Selain agenda organisasi, kongres juga menyoroti program strategis peningkatan jumlah wasit melalui kursus gratis yang ditargetkan melahirkan hingga 300 wasit pada 2029.
PALANGKA RAYA — Asprov PSSI Kalteng menambah tiga entitas dalam struktur organisasinya melalui Kongres Biasa yang berlangsung secara hybrid, Minggu. Ketiga anggota baru yang disahkan tersebut adalah Huma Betang, Palangka FC, dan asosiasi pelatih.
Kongres yang dihadiri perwakilan Askab dan Askot se-Kalteng ini menjadi tonggak penting, sebab para anggota anyar itu nantinya memiliki hak suara dalam Kongres Pemilihan Asprov PSSI Kalteng. Sekretaris Asprov PSSI Kalteng, Sigit Widodo, menegaskan bahwa agenda pemilihan baru akan digelar setelah konsolidasi organisasi PSSI di tingkat nasional rampung.
Dengan bertambahnya tiga anggota, peta kekuatan suara dalam internal Asprov PSSI Kalteng ikut berubah. Sigit menjelaskan, hak suara tersebut akan digunakan dalam Kongres Pemilihan yang dijadwalkan setelah konsolidasi nasional, diperkirakan pada Oktober atau November 2026.
“Untuk waktunya nanti PSSI Pusat yang akan mengumumkan. Tinggal kita persiapan nanti adalah persiapan pelaksanaan Kongres Pemilihan untuk menjaring bakal calon Asprov PSSI Kalteng,” ungkap Sigit usai kongres, Minggu.
Meski tanggal pasti masih menunggu arahan pusat, Sigit memastikan tahapan penjaringan bakal calon mulai disiapkan. Hal ini dilakukan agar proses transisi kepemimpinan berjalan lancar dan tidak terburu-buru saat waktunya tiba.
Di luar agenda administratif, Plt Ketua Asprov PSSI Kalteng, Eko Setyawan, menyoroti persoalan mendasar sepak bola daerah: minimnya sumber daya manusia wasit dan pelatih. Ia menyebut biaya kursus yang tinggi selama ini menjadi tembok penghalang bagi calon wasit baru.
“Kami dari provinsi Kalteng, PSSI kita akan membuat yang namanya kursus wasit gratis. Kami masih bisa memberikan makan, sewa lapangan, kemudian menyiapkan ruang meeting terkait dengan teknikal taktikal,” jelas Eko.
Program ini dirancang untuk menghilangkan kendala akomodasi yang kerap membuat calon wasit mengurungkan niat. Dengan skema ini, Asprov PSSI Kalteng berharap kuantitas wasit di Bumi Tambun Bungai bisa berlipat ganda dalam tiga tahun ke depan.
Saat ini, jumlah wasit terdaftar di Kalteng diperkirakan hanya sekitar 100 orang. Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan banyaknya kompetisi usia muda dan turnamen antarkampung yang kerap digelar di berbagai kabupaten.
“Kalau hari ini misalnya baru 100 wasit yang ada di Kalteng, mungkin di tahun 2028-2029 sudah sekitar 200 sampai 300 wasit pasti sudah ada,” demikian Eko.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menambah jumlah, tetapi juga meningkatkan kualitas pertandingan di level akar rumput. Dengan wasit yang lebih banyak dan terlatih, roda kompetisi di Kalimantan Tengah diharapkan berjalan lebih profesional dan minim kontroversi.