KALIMANTAN TENGAH — Sepuluh relawan BRI bergabung dengan 10 relawan dari BUMN lain untuk menggelar serangkaian kegiatan di Desa BRILiaN Sanur Kaja. Mereka tidak sekadar membawa bantuan, tetapi juga melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat agar potensi lokal bisa tumbuh berkelanjutan.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat bukan sekadar soal memberi bantuan. "Bagi BRI, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana potensi yang sudah dimiliki masyarakat dapat diperkuat agar semakin produktif, mandiri, dan berkelanjutan," ujarnya.
Pada pilar ekonomi, para relawan menggelar workshop dan pelatihan bagi pelaku UMKM setempat. Materi yang diberikan mencakup penguatan identitas produk, strategi pemasaran digital, hingga optimalisasi promosi untuk memperluas jangkauan pasar.
Para pelaku usaha juga mendapat pendampingan langsung untuk mempraktikkan pembuatan konten promosi. Jenis usaha yang terlibat cukup beragam, mulai dari puding dan air kelapa, jus buah, bumbu rujak, kacang hijau, Griya Kristal, kacang asin, ceker, jamu, cangkruk kopi, florist, hingga pelaku usaha di Sentra UMKM Natah Antakara.
Setelah kegiatan, BRI menyiapkan materi berupa foto, video, daily vlog, dan konten promosi untuk membantu memperkuat branding UMKM secara berkelanjutan. Dengan begitu, para pelaku usaha bisa langsung memanfaatkan materi tersebut untuk kebutuhan pemasaran mereka.
Selain pendampingan, BRI menyalurkan sejumlah fasilitas penunjang. Untuk UMKM, bantuan yang diberikan meliputi 13 unit table menu, 13 payung, 13 set meja dan kursi, serta signage area dan kios UMKM. Bantuan ini diharapkan membuat aktivitas jualan di desa wisata tersebut lebih tertata dan nyaman.
Di sektor lingkungan, BRI menyerahkan satu unit motor roda tiga sebagai kendaraan angkut sampah kepada TPS3R Desa Sanur Kaja. Bantuan ini melengkapi lima tempat sampah pilah yang juga diserahkan untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.
Untuk pendidikan, BRI memberikan empat unit proyektor serta satu paket cat dan renovasi lapangan olahraga di SDN 02 Sanur Kaja. Sekolah yang memiliki 229 siswa ini juga menjadi lokasi kelas inspirasi bagi siswa kelas 4-6, perlombaan untuk kelas 1-3, serta edukasi mengenai makanan sehat dan bergizi.
Pada pilar lingkungan, relawan bersama masyarakat menjalankan kegiatan Jaga Sungai, Jaga Kehidupan serta edukasi pengelolaan sampah. Aksi bersih sungai dilakukan bersamaan dengan kegiatan memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Edukasi mengenai keterkaitan ekosistem sungai, laut, dan kawasan pesisir juga menjadi bagian dari program. Kampanye pengurangan penggunaan plastik dan komitmen menjaga kebersihan lingkungan turut digaungkan dalam kegiatan ini.
Dhanny menambahkan, pendekatan yang dilakukan BRI memastikan setiap kegiatan memiliki manfaat yang bisa diteruskan masyarakat. "Harapannya, masyarakat dapat melanjutkan praktik baik yang telah dibangun selama program," kata Dhanny.
Desa Sanur Kaja sendiri dipilih karena memiliki struktur sosial yang kuat dengan adat dan budaya yang masih menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Perekonomian desa ditopang sektor pariwisata, perdagangan pendukung pariwisata, UMKM khas Bali, hingga perikanan.