Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Murung Raya menggandeng Kelurahan Beriwit menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan dini di SMPN 5 Puruk Cahu, Kalimantan Tengah. Kegiatan yang menyasar pelajar tingkat SMP ini bertujuan menekan angka perkawinan anak melalui pemahaman komprehensif soal dampak buruknya.
PURUK CAHU — Forum Puspa Murung Raya menilai remaja merupakan kelompok paling rentan terhadap praktik perkawinan anak. Karena itu, edukasi sejak dini dinilai penting untuk memutus rantai pernikahan di bawah umur yang kerap berujung pada masalah kesehatan dan putus sekolah.
Ketua Forum Puspa Murung Raya, Dina Maulidah, hadir langsung sebagai narasumber utama dalam kegiatan yang berlangsung di SMPN 5 Puruk Cahu, Senin. Ia memberikan materi sekaligus berdialog dengan para pelajar mengenai konsekuensi pernikahan dini.
Dina Maulidah yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Murung Raya ini memaparkan bahwa organ reproduksi remaja belum sepenuhnya siap menghadapi kehamilan dan persalinan. Kondisi ini berisiko tinggi memicu komplikasi kesehatan bagi ibu maupun bayi.
Selain persoalan fisik, ia menekankan bahwa pernikahan usia muda otomatis memutus akses anak terhadap pendidikan. Hal ini berimbas langsung pada hilangnya kesempatan meraih cita-cita dan kemandirian ekonomi di masa depan.
"Pendidikan adalah kunci utama memutus mata rantai kemiskinan dan ketertinggalan, sehingga anak-anak harus fokus belajar dan mengejar impian mereka terlebih dahulu," tegas Dina di hadapan para pelajar.
Pelibatan Kelurahan Beriwit dalam agenda ini dinilai sebagai strategi efektif untuk mendekatkan program pencegahan langsung ke masyarakat tingkat akar rumput. Kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan lembaga masyarakat seperti Forum Puspa disebut mampu memperluas jangkauan sosialisasi.
Dina menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama Forum Puspa Murung Raya dalam upaya perlindungan anak ini. Ia berharap materi yang diberikan mampu menginspirasi para siswa untuk lebih menghargai diri sendiri dan merencanakan masa depan secara matang.
Melalui kegiatan ini, Forum Puspa Kabupaten Murung Raya bersama Kelurahan Beriwit berharap kesadaran kolektif terbangun di kalangan pelajar dan orang tua. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka pernikahan usia dini di Kabupaten Murung Raya.
"Langkah nyata ini diharapkan mampu menekan angka pernikahan usia dini di Kabupaten Murung Raya demi mencetak generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkualitas," demikian Dina.