Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Muhammad Wiyatno, meminta para kepala desa (kades) di Kecamatan Kapuas Murung dan Dadahup menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara door to door. Instruksi itu disampaikan saat pengecekan areal terdampak karhutla, Minggu (22/9). Wiyatno menekankan edukasi warga menjadi kunci utama menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar.
KUALA KAPUAS — Langkah preventif itu menyusul masih ditemukannya titik-titik api di wilayah dua kecamatan yang menjadi langganan karhutla setiap musim kemarau. Para kades diminta tidak hanya memasang imbauan, tetapi turun langsung menyambangi rumah warga.
“Tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta berhati-hati saat menyalakan api ketika memasak di hutan atau lokasi pemancingan,” kata Wiyatno di Kuala Kapuas, Minggu.
Wiyatno menegaskan peran aktif kades dalam mengawal upaya pencegahan sangat krusial. Sosialisasi dari rumah ke rumah dinilai lebih efektif menjangkau warga yang sehari-hari beraktivitas di lahan gambut.
Dalam peninjauan tersebut, bupati didampingi Sekda Kapuas Usis I. Sangkai, unsur Forkopimda, jajaran kepala perangkat daerah, Camat Dadahup, Camat Kapuas Murung, serta para kades setempat.
Di sela kunjungan, orang nomor satu di Pemkab Kapuas itu juga menyampaikan pesan agar seluruh kades mendukung program strategis pemerintah, salah satunya cetak sawah. Ia meminta para kades terus semangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saya juga meminta para kades untuk terus semangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta tanggap terhadap pemeliharaan maupun perbaikan fasilitas umum di wilayah masing-masing,” harapnya.
Rombongan juga meninjau rencana pembangunan jembatan poros di Kecamatan Dadahup. Jembatan ini diproyeksikan menjadi akses strategis yang menghubungkan jaringan jalan Desa Rawa Subur, Bina Karya, Palangkau Lama, hingga Palangkau Baru.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mendongkrak perekonomian warga desa yang selama ini terhambat akses transportasi, terutama saat distribusi hasil pertanian.
Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan kondisi fasilitas pendidikan pascamusibah kebakaran di SDN 1 Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak. Wiyatno menginstruksikan jajarannya segera menggabungkan 21 siswa terdampak ke sekolah terdekat.
Langkah ini diambil untuk memastikan kegiatan belajar mengajar anak-anak tetap berjalan lancar dan terfasilitasi dengan baik.
Kebakaran yang melanda SDN 1 Bunga Mawar terjadi pada Sabtu (21/9) sore sekitar pukul 17.05 WIB. Seluruh bangunan sekolah dilaporkan hangus terbakar.