Gerakan Pangan Murah di Sampit Serbu Warga, Bupati Halikinnor Tinjau Langsung Antrean di Taman Kota

Penulis: Hendra Wijaya  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:42:31 WIB
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor meninjau langsung antrean warga pada Gerakan Pangan Murah di Taman Kota Sampit, Rabu (19/8/2026).

SAMPIT — Antrean warga terlihat mengular di kawasan Taman Kota Sampit sejak pagi, Rabu (19/8/2026). Mereka bersedia menunggu demi membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dari pasaran melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotawaringin Timur.

Kegiatan ini baru dibuka resmi setelah Bupati Kotim Halikinnor melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Pantauan di lapangan, warga telah memadati area sebelum acara dimulai, menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap program stabilisasi harga ini.

Paket Beras dan Minyakita Jadi Incaran Utama

DPKP Kotim menyediakan beragam kebutuhan pokok dengan harga di bawah HET. Salah satu paket yang paling banyak dicari adalah beras SPHP 5 kilogram yang dijual bersamaan dengan Minyakita 2 liter seharga Rp90 ribu.

Selain itu, tersedia pula paket beras Punokawan 5 kilogram plus Minyakita 3 liter dengan banderol Rp124 ribu. Komoditas lain yang dijual antara lain bawang merah Rp35 ribu per kilogram, bawang putih Rp34 ribu per kilogram, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram.

Telur dijual Rp45 ribu per papan, sementara elpiji 3 kilogram dibanderol Rp22 ribu. Sayuran segar juga tersedia dengan harga mulai Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per ikat.

Bupati: Pemerintah Hadir Saat Harga Pangan Naik

Halikinnor menyebut GPM merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama saat beban pengeluaran rumah tangga meningkat akibat fluktuasi harga komoditas.

"Ketika harga komoditas pangan meningkat, beban pengeluaran rumah tangga juga ikut meningkat. Oleh sebab itu, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pangan dengan harga terjangkau," ujarnya usai meninjau kegiatan.

Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Halikinnor berharap GPM memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi warga Kotim, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

Kolaborasi Bulog dan Pertamina untuk Kendalikan Harga

Kepala DPKP Kotim Yephi Hartadi Periyanto menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog Kotim dan Pertamina. GPM kali ini juga dirangkaikan dengan penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah (BPP) yang bersumber dari cadangan beras Bulog.

"Untuk pasar murah pasti temanya selalu berkaitan dengan kendali harga dan menyasar kepada masyarakat. Dengan adanya GPM ini sangat berarti," jelas Yephi.

Ia menambahkan, harga pangan di pasaran saat ini belum menunjukkan kenaikan yang ekstrem. Namun, pemerintah tetap perlu memberikan stimulus melalui penjualan bahan pangan dengan harga di bawah HET sebagai sumber alternatif bagi warga.

"Peran pemerintah salah satunya melalui GPM ini, untuk memosisikan adanya sumber bahan pangan yang harganya di bawah Harga Eceran Tertinggi," ungkapnya.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: tintaborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top