Omzet Sewa Baju Adat di Sampit Naik 6 Kali Lipat Jelang HUT ke-81 RI, Harga Mulai Rp 50 Ribu

Penulis: Joko Purnomo  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:17:31 WIB
Omzet penyewaan baju adat di Oyie Gallery, Sampit, meningkat hingga enam kali lipat jelang perayaan HUT ke-81 RI.

SAMPIT — Momentum Agustusan menjadi berkah bagi pelaku usaha jasa penyewaan pakaian adat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Salah satunya dialami Oyie Gallery yang kebanjiran pesanan untuk kebutuhan upacara bendera dan karnaval, dengan omzet diperkirakan melonjak hingga enam sampai tujuh kali lipat dibandingkan hari biasa.

Pemilik Oyie Gallery, Nisa Rahma Anggita, menyebutkan permintaan mulai meningkat sejak awal Agustus. Pada hari biasa, usahanya hanya melayani satu hingga dua penyewa per hari, tetapi kini jumlahnya berlipat seiring persiapan perayaan HUT ke-81 RI.

Anak TK Hingga Instansi Pemerintah Padati Tempat Sewa

Nisa menjelaskan, gelombang pertama pesanan datang dari anak-anak TK dan SD yang membutuhkan busana untuk karnaval tingkat sekolah. Memasuki minggu kedua, giliran pelajar SMA dan staf instansi pemerintahan yang mulai memesan pakaian untuk persiapan upacara.

“Biasanya di minggu pertama itu anak sekolah TK dan SD sewa untuk karnaval di tingkat lembaganya masing-masing. Memasuki minggu kedua, pesanan mulai masuk dari tingkat SMA dan instansi pemerintahan. Puncaknya biasanya H-1 atau H-2,” jelasnya, Minggu (16/8/2026).

Busana Adat Dayak Paling Diburu, Harga Sewa Tak Naik

Jenis pakaian yang paling banyak diminati pelanggan adalah busana adat Dayak serta pakaian adat lokal lainnya. Sementara itu, pakaian adat dari daerah lain dengan model sederhana seperti baju Melayu kurung juga banyak dicari, terutama oleh orang dewasa dan pegawai kantor.

Untuk kalangan anak muda, permintaan justru mengarah pada model pakaian yang lebih mencolok dengan aksesori lengkap, biasanya digunakan untuk pawai pembangunan dan karnaval. Adapun harga sewa di Oyie Gallery dipatok mulai Rp 50 ribu untuk pakaian anak-anak, Rp 80 ribu untuk tingkat SMP, dan Rp 100 ribu untuk dewasa.

“Untuk harga kami konsisten. Jika di hari biasa Rp 100 ribu, saat event besar atau high season seperti ini harganya tetap sama. Di tahun-tahun sebelumnya pun sama,” ungkap Nisa.

Stok Terbatas Jadi Kendala Utama

Di balik tingginya permintaan, keterbatasan stok menjadi kendala utama yang dihadapi usaha penyewaan pakaian adat. Pesanan mendadak menjelang hari pelaksanaan sering kali tidak bisa dipenuhi karena jumlah koleksi yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pelanggan.

“Kalau dibandingkan tahun sebelumnya ada penurunan. Mungkin ini juga bisa disebabkan faktor ekonomi saat ini yang kurang stabil. Tapi pendapat ini bisa berubah, karena biasanya orang-orang menyewa itu mepet. H-1 biasanya baru bisa kita nilai,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihak Oyie Gallery berupaya memadukan pakaian dan aksesori yang masih tersedia agar tetap sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Nisa menambahkan, bisnis penyewaan baju adat memang bersifat musiman dan hanya ramai pada momen tertentu seperti Agustusan, Hari Kartini, Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, hingga musim perpisahan sekolah.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top