PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengonfirmasi penerimaan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp13 miliar. Kebijakan ini disampaikan langsung olehnya saat ditemui awak media, Rabu (12/8/2026), sebagai bagian dari dukungan fiskal untuk keberlangsungan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Agustiar menekankan bahwa dana yang masuk ke kas daerah tersebut tidak boleh dikelola secara asal-asalan. Ia secara eksplisit meminta pengawasan dari berbagai pihak, termasuk media, untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran.
"Dapat Rp13 miliar. Tolong kawal terus ya. Jadi untuk mengawali tugas kalian juga, mengawal kami supaya kami lebih akuntabel dan transparan untuk membangun Kalimantan Tengah ini," ujar Agustiar.
Di tengah arahan pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi anggaran pada tahun anggaran 2027, Agustiar memberikan penegasan terkait interpretasi kebijakan tersebut. Menurutnya, efisiensi yang dimaksud bukanlah langkah untuk membatasi ruang gerak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalteng.
Ia justru memandang efisiensi sebagai instrumen untuk memastikan anggaran yang tersedia digunakan secara tepat. Fokus utamanya adalah pada ketepatan perencanaan hingga pelaksanaan program di lapangan.
"Ya sudah berjalan, efisiensi ini kan bagi kami, bukan pembangkasan. Bukan juga pemotongan, supaya penyelenggaraan ini tepat rencana, tepat tempat, tepat guna," katanya.
Gubernur menilai dukungan dana transfer dari pemerintah pusat menjadi salah satu instrumen penting bagi daerah. Keberadaannya dinilai krusial untuk menjaga roda pemerintahan tetap berjalan di tengah kebijakan penyesuaian fiskal yang tengah digalakkan secara nasional.
Oleh karena itu, ia meminta jajarannya untuk mengelola anggaran secara cermat. Pengelolaan yang baik diharapkan mampu membuat efisiensi tidak mengganggu pelayanan publik maupun keberlangsungan program prioritas pembangunan di Kalimantan Tengah.
Langkah pengawasan bersama ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah. Agustiar berharap seluruh elemen dapat bersinergi dalam mengawal pembangunan di provinsi yang berjuluk Bumi Tambun Bungai ini.