PALANGKA RAYA — Kebakaran lahan di Jalan Petuk Ketimpun, Kelurahan Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, berhasil dipadamkan tim gabungan Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Tengah bersama BPBD setempat, Rabu (12/8). Proses pemadaman berlangsung sekitar 41 menit, terhitung sejak laporan masuk hingga api dinyatakan terkendali.
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining menyampaikan, informasi kebakaran diterima Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) dari laporan warga melalui WhatsApp pada pukul 15.12 WIB. Personel langsung bergerak ke lokasi untuk mencegah api meluas ke area sekitarnya.
Lahan yang terbakar didominasi semak belukar, pakis-pakisan, dan tanaman menjalar dengan jenis tanah berpasir. Kondisi vegetasi yang kering membuat api cepat merambat, sehingga petugas memprioritaskan pembatasan penjalaran api sebelum melakukan pemadaman total.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan. Kepulan asap masih terlihat dari bagian gambut, memaksa tim memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala sebelum meninggalkan lokasi.
Dalam penanganan karhutla tersebut, tim menerjunkan satu unit mobil tangki water supply berkapasitas 5.000 liter milik Dalkarhutla Dishut Kalteng. Perlengkapan pendukung seperti Y connector, lima roll selang tembak, nozzle spray, dan perangkat komunikasi turut digunakan untuk mempercepat proses pemadaman.
Secara paralel, petugas Posko Dalkarhutla Dishut juga menangani kebakaran di Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau. Satu regu diterjunkan bersama satu unit mobil tangki PTO berkapasitas 4.000 liter untuk memadamkan api di kawasan Jalan Trans Palangka Raya-Buntok.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan bahwa penanganan cepat di lapangan menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Kadishut Agustan Saining di Palangka Raya.
"Penanganan cepat di lapangan menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas," tegas Gubernur Kalteng Agustiar Sabran sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Agustan Saining.
Agustan mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Pencegahan karhutla, menurutnya, membutuhkan kerja sama semua pihak, tidak hanya mengandalkan petugas di lapangan.