Harga Emas Antam Kembali Turun Rp9.000 per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi ke Rp2,361 Juta

Penulis: Joko Purnomo  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 12:11:31 WIB
Harga emas Antam turun Rp9.000 per gram menjadi Rp2.613.000, diikuti penurunan buyback ke Rp2.361.000 per gram.

KALIMANTAN TENGAH — Penurunan harga jual emas Antam hari ini juga diikuti oleh penurunan harga buyback atau harga beli kembali. Antam mematok harga buyback di level Rp2.361.000 per gram, turun Rp9.000 dari posisi sebelumnya. Selisih antara harga jual dan harga buyback yang cukup lebar—sekitar Rp252.000 per gram—menjadi catatan tersendiri bagi investor yang berniat mencairkan asetnya dalam waktu dekat.

Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini

Untuk satuan terkecil, emas Antam ukuran 0,5 gram dijual seharga Rp1.356.500. Sementara itu, ukuran yang paling banyak dicari investor ritel, yakni 1 gram, dibanderol Rp2.613.000. Berikut rincian harga untuk pecahan lainnya:

  • 2 gram: Rp5.166.000
  • 3 gram: Rp7.724.000
  • 5 gram: Rp12.840.000
  • 10 gram: Rp25.625.000
  • 25 gram: Rp63.937.000
  • 50 gram: Rp127.795.000
  • 100 gram: Rp255.512.000
  • 250 gram: Rp638.515.000
  • 500 gram: Rp1.276.820.000
  • 1.000 gram: Rp2.553.600.000

Harga Perak Ikut Tertekan

Tak hanya emas, harga perak produksi Antam juga mengalami koreksi. Logam mulia tersebut turun Rp700 per gram menjadi Rp39.200 per gram. Penurunan harga emas dan perak terjadi di tengah fluktuasi pasar global yang dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga acuan Amerika Serikat dan penguatan dolar AS.

Bagi investor, pelemahan harga emas Antam hari ini bisa menjadi momentum akumulasi, mengingat harga saat ini masih jauh di bawah rekor historis yang tercatat hanya beberapa hari lalu. Namun, perlu dicermati bahwa selisih harga jual dan buyback yang besar membuat emas batangan lebih cocok untuk investasi jangka panjang dibandingkan trading jangka pendek.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top