PALANGKA RAYA — Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mengatakan kepastian itu diperoleh setelah rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada Kamis, 10 Juli 2026. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Juli hingga awal Agustus 2026, asalkan tidak ada kendala administrasi.
“Anggarannya sudah tersedia di APBD 2026 sebesar Rp 10 miliar. Paket pekerjaannya juga sudah dilelang, tinggal menunggu proses berikutnya,” ujar Hafid saat dihubungi Berita Sampit melalui WhatsApp, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia menjelaskan, saat ini lelang berada dalam masa sanggah. Dinas PUPR menargetkan kontraktor bisa mulai bekerja pada pertengahan Juli atau awal Agustus.
Jalan HM Arsyad merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Kabupaten Seruyan. Akses ini menjadi tulang punggung distribusi barang dan mobilitas warga antardaerah.
Namun, kondisinya kini memprihatinkan. Di sejumlah titik terdapat lubang, permukaan jalan bergelombang, dan lapisan aspal yang mengelupas. Saat musim hujan, genangan air menutupi lubang dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara.
Abdul Hafid menilai tingginya mobilitas kendaraan bertonase besar menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan. Jalan yang semestinya mampu menahan beban standar justru setiap hari dilintasi truk pengangkut hasil bumi dan material.
Kerusakan ini tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan. Warga setempat sudah lama menyuarakan keluhan, terutama saat harus melintas di malam hari atau saat hujan deras.
“Silakan masyarakat ikut mengawasi proses perbaikan jalan ini. Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai atau ada kekurangan, segera sampaikan kepada kami agar bisa ditindaklanjuti bersama,” tutur Hafid.
Menurutnya, pengawasan publik menjadi kunci agar proyek berjalan sesuai spesifikasi dan hasilnya benar-benar dirasakan. Ia berharap perbaikan kali ini bisa bertahan lama dan tidak cepat rusak seperti sebelumnya.