PALANGKARAYA — Pergerakan harga sembilan bahan pokok di Kalimantan Tengah menunjukkan tren beragam pada awal Juli 2026. Jika harga beras kualitas bawah II cenderung datar, sejumlah komoditas sayuran justru mengalami penurunan harga yang cukup dalam di pasar tradisional.
Berdasarkan pantauan PIHPS per pukul 16:44 WIB, harga beras kualitas bawah II bertahan di Rp15 ribu per kilogram. Angka ini tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya dan relatif stabil dalam sepekan terakhir. Namun, secara bulanan harga komoditas ini tercatat naik 0,67 persen dari Rp14,9 ribu pada awal Juni 2026.
Sementara itu, beras kualitas medium I dibanderol Rp19,25 ribu per kilogram atau naik 0,52 persen dalam 30 hari terakhir. Beras kualitas super II yang lebih premium dijual di angka Rp22,25 ribu per kilogram.
Kabaran gembira datang dari harga cabai rawit merah yang kini turun drastis menjadi Rp79,4 ribu per kilogram. Angka ini merosot 23,02 persen dibandingkan sebulan lalu. Penurunan serupa juga terjadi pada cabai merah besar yang turun 16,46 persen menjadi Rp82,5 ribu per kilogram, serta cabai merah keriting yang turun 18,42 persen ke posisi Rp77,5 ribu per kilogram.
Di sisi lain, harga bawang putih ukuran sedang justru melonjak signifikan. Komoditas ini naik 12,62 persen dalam sebulan terakhir menjadi Rp42,4 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng kemasan bermerk 1 yang naik 6,49 persen menjadi Rp26,25 ribu per kilogram.
Dari total 30 komoditas yang dipantau PIHPS, sebanyak 11 komoditas tercatat turun dan 16 lainnya naik. Daging sapi kualitas 2 dan daging sapi per kilogram menjadi komoditas paling stabil, sama-sama tidak berubah di angka Rp154,4 ribu dan Rp156,6 ribu per kilogram. Gula pasir kualitas premium juga relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,66 persen menjadi Rp22,75 ribu per kilogram.
Data ini merupakan pantauan terkini dari dashboard resmi Bank Indonesia melalui laman bi.go.id/hargapangan. Secara tren satu tahun terakhir, harga beras kualitas bawah II di Kalimantan Tengah relatif bergerak datar tanpa fluktuasi ekstrem.