PURUK CAHU — Penghargaan Tunas Inspirasi KPI 2026 diterima langsung oleh Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, mewakili Bupati Heriyus. Acara penyerahan berlangsung di Auditorium UNY, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam rangkaian konferensi yang mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah.
Rahmanto menjelaskan, indikator utama peraihan penghargaan ini adalah kemampuan Pemkab Murung Raya dalam mengenali tantangan dan peluang peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya. Pemerintah daerah dinilai menunjukkan dedikasi tinggi untuk memperkuat sektor pendidikan melalui pembelajaran berkelanjutan, membangun jejaring kemitraan, dan kolaborasi guna mendorong mutu pendidikan yang lebih baik.
Di tengah tekanan fiskal berat pada 2026—dengan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor sumber daya alam (SDA) sebesar 79,08 persen, dari Rp 1,51 triliun pada 2025 menjadi Rp 316,14 miliar—Pemkab Murung Raya tetap berupaya menjaga perhatian pada sektor pendidikan. Langkah yang diambil adalah memperkuat kemitraan strategis bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Murung Raya melalui optimalisasi program pemberdayaan masyarakat.
Dalam forum dialog KPI 2026, Rahmanto memaparkan berbagai kebijakan, inovasi, dan langkah strategis Pemkab Murung Raya. Salah satu poin yang ditekankan adalah alokasi anggaran pendidikan yang didasarkan pada kebutuhan nyata di lapangan.
"Sekolah di wilayah paling terpencil mendapatkan prioritas anggaran agar manfaatnya dirasakan langsung oleh anak-anak kita di sana," tegas Rahmanto dalam pernyataan yang diterima di Puruk Cahu, Kamis.
Menurut Rahmanto, penghargaan Tunas Inspirasi KPI 2026 ini menjadi bukti bahwa implementasi sembilan program Kartu Hebat di bidang pendidikan di Murung Raya telah berjalan dan dianggap bermanfaat oleh masyarakat. Pengakuan dari pemerintah pusat ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah yang memiliki tantangan geografis tersebut.