PALANGKA RAYA — Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan angka stunting guna mencapai target nasional. Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, menghadiri langsung penilaian kinerja stunting kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, belum lama ini.
Kegiatan ini merujuk pada instruksi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalteng melalui surat nomor 0007.7.5/415/V/Bapperida/2026. Pertemuan ini menjadi ajang evaluasi sekaligus sinkronisasi program antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam menekan angka gangguan pertumbuhan pada anak.
Ketua TP PKK Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, mengungkapkan tren penurunan stunting di Bumi Tambun Bungai menunjukkan grafik positif. Data mencatat prevalensi stunting Kalteng berada di angka 27,4 persen pada 2021 dan berhasil ditekan menjadi 22,1 persen pada 2024.
“Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 20,6 persen pada 2025 dan menyentuh 18,80 persen pada 2026. Hal ini patut disyukuri, namun perlu upaya yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujar Aisyah Thisia Agustiar Sabran.
Persoalan stunting dinilai bukan sekadar masalah kesehatan masyarakat. Dampaknya meluas pada kualitas hidup, produktivitas, serta daya saing daerah dalam menghadapi bonus demografi dan tantangan penuaan penduduk di masa depan.
Pemerintah Provinsi Kalteng mendorong penguatan Program Bangga Kencana yang berfokus pada pembangunan keluarga sepanjang siklus kehidupan. Perhatian khusus diberikan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode krusial pencegahan stunting.
Aisyah memaparkan sejumlah program prioritas yang kini tengah diperkuat di lapangan. Di antaranya adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
“Pemanfaatan platform digital, program pemberdayaan lansia (SIDAYA), hingga Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, menyusui, dan balita terus kami optimalkan,” tambah istri Gubernur Kalteng tersebut.
Wakil Bupati Khristianto Yudha menyoroti pentingnya akurasi data dalam intervensi stunting. Ia menekankan bahwa kualitas monitoring dan evaluasi melalui pengukuran 31 indikator layanan harus menjadi prioritas setiap perangkat daerah di Barito Selatan.
“Pentingnya peningkatan kualitas data melalui monitoring dan evaluasi, pengukuran 31 indikator layanan, serta evaluasi realisasi anggaran,” kata Khristianto Yudha. Ia juga mencatat adanya faktor risiko lain seperti tingginya persentase kehamilan tidak diinginkan yang berkontribusi pada angka stunting.
Pemkab Barsel memastikan akan terus menyusun strategi lintas sektor untuk meningkatkan capaian program. Langkah ini diambil demi mewujudkan masyarakat Barito Selatan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera melalui peningkatan kualitas hidup sejak usia dini.