KALIMANTAN TENGAH — Motorola diam-diam menyiapkan tablet baru yang mengusung kerja sama dengan JBL, brand audio ternama di bawah naungan Samsung. Alih-alih menjadi penerus lini Lenovo Tab, perangkat ini sepertinya dirancang sebagai produk mandiri dengan identitas audio yang kuat. Bedanya, tablet ini tidak akan dirilis di Amerika Serikat.
Spesifikasi Utama
- Speaker: JBL-tuned, jumlah dan konfigurasi belum diumumkan
- Sistem operasi: Android 14 atau lebih baru (masih spekulasi)
- Konektivitas: Wi-Fi dan opsi 5G (belum dikonfirmasi)
- Baterai: estimasi 7.000-8.000 mAh (berdasarkan kelas tablet Motorola sebelumnya)
Informasi spesifikasi teknis lain seperti chipset, RAM, dan resolusi layar masih minim. Yang pasti, pabrikan asal Amerika ini memilih JBL sebagai mitra audio untuk meningkatkan kualitas suara, terutama untuk konsumsi konten dan hiburan.
Fitur Unggulan: Audio JBL yang Lebih Bertenaga
Kolaborasi dengan JBL bukan sekadar tempelan logo. Motorola mengklaim tablet ini akan menghadirkan pengaturan speaker ganda atau bahkan quad-speaker yang disetel langsung oleh insinyur JBL. Ini berarti suara yang lebih jernih, bass yang lebih dalam, dan volume yang lebih besar dibanding tablet standar.
Untuk pengguna yang sering nonton film, main game, atau dengar musik tanpa headphone, fitur ini jadi nilai jual utama. Sayangnya, belum ada bocoran apakah tablet ini mendukung Dolby Atmos atau teknologi audio spasial lainnya.
Harga & Ketersediaan: Fokus ke Pasar Global, Bukan AS
Motorola belum mengumumkan harga resmi, tapi perangkat ini diperkirakan masuk kelas menengah, bersaing dengan tablet Samsung Galaxy Tab A series atau Xiaomi Pad. Harga jual di AS tidak akan ada karena perangkat ini tidak masuk dalam jadwal rilis di sana.
Tablet ini kemungkinan besar akan meluncur di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika Latin. Untuk Indonesia, belum ada konfirmasi, tapi Motorola cukup aktif di pasar tablet entry-level hingga menengah di sini. Jika benar masuk, harganya diprediksi sekitar Rp 3-5 juta.
Posisi Dibanding Kompetitor
Dengan mengandalkan speaker JBL, Motorola mencoba membedakan diri dari tablet Lenovo Tab yang sudah punya lini audio serupa. Kompetitor seperti Samsung Galaxy Tab A9+ juga sudah punya speaker Dolby Atmos, tapi belum ada yang secara eksplisit menggandeng JBL untuk tablet sekelas ini.
Kelemahan utama: tidak adanya dukungan resmi di AS berarti garansi dan layanan purna jual hanya terbatas di pasar tertentu. Ini bisa jadi pertimbangan bagi konsumen yang sering bepergian lintas negara.
Tablet Motorola dengan JBL ini cocok untuk pengguna yang prioritas utamanya hiburan multimedia — nonton, dengar musik, dan main game — tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Namun, pastikan dulu ketersediaan di Indonesia sebelum berniat membeli, karena distribusinya tidak seluas tablet Samsung atau Xiaomi.