MUARA TEWEH — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, M. Iman Topik, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan sektor pendidikan bisa berjalan beriringan. Hal itu disampaikannya di Muara Teweh, Rabu (8/7/2026), usai melakukan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah provinsi.
“Kami mendukung penuh program pembangunan daerah, khususnya pelebaran sejumlah ruas jalan di Kota Muara Teweh. Namun yang menjadi perhatian utama kami adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik dan tidak terdampak oleh proses pembangunan,” ujarnya.
Koordinasi Lintas Sektor untuk Lindungi Aset Pendidikan
Dalam pertemuan yang digelar di Palangka Raya, Iman Topik datang bersama jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Barito Utara. Turut hadir Kepala Perkimtan Ir. Junaidi, Kepala Bidang Pertanahan Ary Sudarta, Kepala Bidang Cipta Karya Ignasius, serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Kepala Bidang PAUD setempat.
Ia menjelaskan, komunikasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi krusial, terutama jika proyek pembangunan bersinggungan langsung dengan aset atau fasilitas pendidikan. Salah satu hasil koordinasi adalah penyerahan surat pemberitahuan resmi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bukti administrasi.
“Kami ingin seluruh proses berjalan melalui koordinasi yang baik sehingga pembangunan dapat terlaksana dengan lancar, sementara kepentingan dunia pendidikan tetap terlindungi dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” kata Iman Topik.
Sinergi Jadi Kunci Agar Mutu Pendidikan Tak Tergerus Proyek
Menurut Iman Topik, kolaborasi lintas sektor bukan sekadar formalitas, melainkan modal penting agar pembangunan infrastruktur justru bisa mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Ia menilai, akses jalan yang lebih lebar nantinya akan mempermudah mobilitas siswa dan tenaga pendidik.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, tanpa mengesampingkan kualitas layanan pendidikan,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Barito Utara belum merilis daftar ruas jalan yang akan dilebarkan maupun jadwal pasti pelaksanaan proyek. Namun, koordinasi tahap awal ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah berupaya menghindari benturan antara proyek fisik dan aktivitas belajar di sekolah.