KALIMANTAN TENGAH — Manajemen Persib tidak ingin kecolongan di tengah agresivitas klub lain di bursa transfer. Dengan memperpanjang kontrak tiga pilar asingnya lebih awal, Maung Bandung memastikan tulang punggung tim tetap utuh untuk menghadapi musim depan.
Alasan di Balik Perpanjangan Dini Kontrak Tiga Pemain Asing
Deputi CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan keputusan ini bukan sekadar formalitas. "Persib membutuhkan kedalaman skuad yang semakin kuat karena musim ini kami akan berkompetisi setidaknya di empat ajang berbeda," ujarnya di Bandung, Jumat (17/7).
Ketiganya dianggap telah membuktikan kualitas setelah membawa Persib juara Super League 2025/2026 pada musim debut mereka. Bagi manajemen, mempertahankan pemain yang sudah terbukti lebih efisien ketimbang berburu bintang baru yang belum tentu adaptif.
Data Performa: Matricardi Tembok Kokoh, Duo Brasil Tajam
Catatan statistik musim lalu menjadi dasar kuat keputusan ini. Patricio Matricardi mencatatkan 40 penampilan di semua kompetisi, termasuk babak play-off AFC Champions League Two. Bek asal Argentina itu menjadi fondasi lini belakang Pangeran Biru.
Sementara itu, duet Uilliam Barros dan Ramon Tanque total mengemas 16 gol di kompetisi domestik. Ketajaman lini depan Persib musim lalu tak lepas dari kontribusi keduanya.
Selain faktor teknis, tim pelatih juga menyoroti karakter bermain dan profesionalisme ketiga pemain. Konsistensi sepanjang musim lalu menjadi alasan manajemen menyodorkan kontrak baru berdurasi dua tahun ke depan.
Target Musim Depan: Stabilitas Jadi Modal Hadapi Asia
Adhitia berharap stabilitas yang terjaga menjadi modal berharga menghadapi tantangan lebih berat. "Kami berharap mereka dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar. Tantangan musim ini tentu akan semakin besar, baik di kompetisi domestik maupun Asia," pungkasnya.
Dengan kepastian kontrak ini, Persib kini bisa fokus merancang strategi untuk musim 2026/2027. Empat kompetisi yang menanti—Liga 1, Piala Indonesia, turnamen antar klub ASEAN, dan AFC Champions League Two—menuntut rotasi pemain yang matang.