SAMPIT — Api pertama kali terlihat dari kios milik Bastian yang menjual sembako dan kelontongan. Kobaran api dengan cepat merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Bastian yang panik berusaha menyelamatkan barang-barangnya, namun justru mengalami luka bakar sekitar 15 persen di lengan kanan dan kiri. Ia langsung mendapatkan perawatan medis.
Kerugian Capai Rp 250 Juta, Polisi Olah TKP
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur menerima laporan pukul 23.20 WIB. Dua menit kemudian, tiga unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dan dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 00.40 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api.
Selain kios Bastian, sebuah toko pancing dan sembako milik Akris Setiawan juga ikut terdampak. Kapolsek Ketapang AKP Anis menyebutkan, berdasarkan pendataan sementara, kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 250 juta.
“Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kamis pagi kami sudah melakukan olah TKP,” ujar AKP Anis.
Relawan dan PDAM Turun Tangan Padamkan Api
Dalam penanganan kebakaran ini, petugas pemadam dibantu personel Polsek Ketapang, PMI Kotawaringin Timur, serta PDAM. Sejumlah relawan juga turut serta, di antaranya Relawan Dompet Peduli, Relawan Masjid Jami, Relawan Ketapi 3, Relawan Teluk Dalam, dan RPAS Baamang.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan kios-kios semi permanen di kawasan padat penduduk itu. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.