PALANGKA RAYA — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) mencatat pertumbuhan konsumsi listrik yang signifikan sepanjang semester I tahun 2026. Realisasi penjualan tenaga listrik mencapai 3.406,47 GWh, tumbuh 11,76 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah pelanggan. Hingga pertengahan tahun ini, PLN UID Kalselteng telah melayani lebih dari 2,59 juta pelanggan, dengan sektor rumah tangga mendominasi hingga 88,76 persen.
Listrik Jadi Indikator Ekonomi Daerah
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyebutkan bahwa kenaikan konsumsi listrik menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Menurutnya, hal ini menunjukkan aktivitas masyarakat dan dunia usaha terus berkembang.
"Meningkatnya konsumsi listrik menjadi sinyal positif bahwa kebutuhan energi masyarakat terus bertumbuh, baik di rumah, sektor usaha, maupun pelayanan publik," ujar Iwan dalam pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Selasa.
Ia menambahkan, pertumbuhan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Artinya, semakin tinggi konsumsi listrik, semakin besar pula potensi penerimaan pajak yang masuk ke kas daerah.
Inovasi Layanan dan Target Ke Depan
PLN tidak hanya fokus pada penambahan pelanggan, tetapi juga pada kualitas layanan. Iwan menekankan bahwa pihaknya terus menghadirkan inovasi digital untuk mempermudah akses masyarakat.
"Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai inovasi dan transformasi digital. Harapannya, masyarakat dapat memperoleh layanan kelistrikan yang semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan kenyamanan," tambahnya.
Ke depan, PLN UID Kalselteng berkomitmen memperluas akses listrik, menghadirkan layanan adaptif, serta mendukung pemanfaatan energi berkelanjutan. Iwan menegaskan bahwa ketersediaan listrik menjadi faktor penting dalam mendorong investasi dan produktivitas di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah.
"PLN ingin terus menjadi bagian dari pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah," pungkas Iwan.