SAMPIT — Peringatan kemerdekaan tak sekadar seremonial tahunan. Bagi Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, momen ini adalah pintu masuk untuk membangun fondasi kebangsaan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang kelak menjadi penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Halikinnor menilai anak-anak PAUD adalah tunas bangsa yang akan meneruskan estafet pembangunan di Bumi Habaring Hurung. Karena itu, semangat kemerdekaan perlu dikenalkan dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka.
Menurut Halikinnor, nilai cinta tanah air tidak harus diajarkan dengan hafalan atau pidato. Justru melalui kebiasaan sederhana seperti bermain bersama, berbagi, dan kerja bakti, anak-anak mulai memahami arti kebersamaan dan gotong royong.
“Peringatan hari kemerdekaan menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus sejak usia dini. Anak-anak PAUD adalah tunas-tunas bangsa, yang kelak akan melanjutkan estafet pembangunan dan menjaga keutuhan NKRI,” ujar Halikinnor, Selasa (25/8/2026).
Di tengah dorongan pembentukan karakter itu, Halikinnor menyampaikan apresiasi khusus kepada para guru dan tenaga pendidik PAUD. Ia menyebut dedikasi mereka dalam mendampingi tumbuh kembang anak membutuhkan kesabaran dan kasih sayang ekstra.
“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,” katanya.
Halikinnor mengingatkan bahwa lingkungan keluarga adalah tempat pertama anak belajar tentang sikap dan nilai kehidupan. Tanpa peran aktif orang tua, pendidikan karakter di sekolah tidak akan berjalan optimal.
Ia meminta para orang tua tidak menyerahkan sepenuhnya pembentukan karakter anak kepada guru. Pendampingan di rumah, termasuk menjadi teladan dalam bersikap, dinilai jauh lebih efektif menanamkan jiwa nasionalisme.
“Kepada para orang tua, saya mengajak untuk terus mendampingi tumbuh kembang anak, serta menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan karakter yang baik di lingkungan keluarga,” ungkapnya.
Halikinnor berharap semangat kemerdekaan bisa menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan kualitas PAUD di Kotim. Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, guru, dan orang tua akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas.
“Dengan kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi,” tandasnya.