KALIMANTAN TENGAH — Kompetisi Esports World Cup (EWC) 2026 yang berlangsung di Paris, Prancis, resmi berakhir. AG.AL keluar sebagai juara umum setelah melalui persaingan ketat melawan lebih dari 2.000 pemain dari 200 klub dunia selama tujuh pekan.
Kepastian gelar AG.AL baru didapat pada akhir pekan terakhir turnamen. Gwendal "Gwen" Duparc tampil dominan di babak final Trackmania dan sukses mengamankan posisi yang dibutuhkan untuk menyalip Team Falcons di klasemen puncak.
Kemenangan ini bukan kebetulan. AG.AL sebelumnya sudah mengunci gelar juara di Tekken 8, finis kedua di cabang Chess, Free Fire, dan Honor of Kings World Cup, plus posisi ketiga di Teamfight Tactics.
Posisi akhir klasemen EWC 2026 menempatkan AG.AL di puncak, disusul Team Falcons dan klub-klub lain yang bersaing ketat sepanjang turnamen. Berikut lima besar klasemen akhir:
Ketua Executive Committee Esports Foundation, Pangeran Faisal bin Bandar bin Sultan al Saud, menilai penyelenggaraan di luar Arab Saudi sebagai tonggak penting. Kehadiran Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memperkuat posisi esports sebagai sektor industri global.
"Paris telah menjadi bagian penting dalam perjalanan EWC. Kehadiran audiens global mencerminkan pengakuan terhadap esports sebagai industri yang menghubungkan komunitas dan budaya di seluruh dunia," ujar Pangeran Faisal.
COO AG.AL, Eddy Chen, menyebut gelar ini sebagai validasi atas visi global klub sejak 2024. Ia mengapresiasi dedikasi pemain, termasuk M. Zubair yang meraih Jafonso Award di Tekken 8 dan Gwen di Trackmania.
Esports Foundation juga menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan Kementerian Olahraga Prancis. Kerja sama ini mencakup pengembangan talenta digital dan partisipasi esports di masa depan.
Setelah sukses di Paris, EWC dijadwalkan kembali ke Riyadh, Arab Saudi, pada 2027. Ajang ini juga mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam penyiaran dan keterlibatan publik sepanjang penyelenggaraan di Paris.