PALANGKA RAYA — PW GP Ansor Kalimantan Tengah menilai koordinasi antara Pemprov Kalteng, Kodam XXII/Tambun Bungai, Polda Kalteng, hingga kelompok pemadam swakarsa berhasil mengendalikan kebakaran sejak dini. Ketua PW GP Ansor Kalteng Arjoni menyebut kerja bersama ini layak menjadi fondasi untuk menghadapi musim kemarau berikutnya.
“Kita menyadari pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara instansi pemerintah dan elemen masyarakat. Kami GP Ansor sangat mengapresiasi langkah tegas dan terukur Pemprov Kalteng bersama TNI, Polri serta masyarakat yang tergabung dalam pemadam swakarsa,” ujar Arjoni, Senin (24/8/2026).
Di tengah apresiasi tersebut, GP Ansor mengingatkan agar kewaspadaan tidak kendor. Arjoni menegaskan bahwa prediksi fenomena El Nino pada 2027 menuntut kesiapan logistik dan personel yang lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Menghadapi tantangan iklim ke depan, GP Ansor Kalteng mengingatkan pentingnya mitigasi jangka panjang. Pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan skenario pencegahan yang lebih matang guna menghadapi potensi fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2027,” tegasnya.
Menurutnya, mitigasi yang terintegrasi sejak dini menjadi kunci untuk menekan kerusakan lingkungan sekaligus mengurangi risiko kabut asap yang berdampak langsung pada kesehatan warga.
Arjoni juga menyoroti kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Palangka Raya. Kehadiran kepala negara untuk memastikan kebutuhan operasional petugas dinilai menunjukkan bahwa karhutla di Kalimantan Tengah merupakan prioritas nasional yang membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
“Perhatian tersebut menunjukkan bahwa karhutla di Kalimantan Tengah menjadi persoalan yang membutuhkan dukungan dan penanganan bersama antara pemerintah pusat dan daerah,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, PW GP Ansor Kalteng telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng. Kerja sama ini mencakup penguatan aksi pencegahan berbasis masyarakat serta penanggulangan teknis karhutla di lapangan.
“PW GP Ansor Kalteng telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan. Sinergi ini berfokus pada penguatan aksi pencegahan berbasis masyarakat serta penanggulangan teknis karhutla di lapangan,” kata Arjoni.
Kesiapan relawan juga menjadi perhatian serius. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Tanggap Bencana (Bagana) dan Banser Penanggulangan Kebakaran (Balakar) di berbagai wilayah Kalteng kini diperkuat kapasitasnya untuk mendukung armada pemerintah.
“Langkah ini diambil untuk memperkuat armada pemerintah dalam menghadapi bahaya kebakaran yang mengintai setiap musim kemarau,” pungkasnya.