PT Nirmala Agro Lestari Kerahkan Drone dan Tim Siaga Padamkan Karhutla di Lamandau, Kapospol Beri Apresiasi

Penulis: Irfan Hakim  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 16:17:31 WIB
Kapospol Desa Beruta mengapresiasi kolaborasi PT Nirmala Agro Lestari, aparat, dan warga dalam mempercepat pemadaman karhutla di Lamandau.

NANGA BULIK — Kebakaran lahan masyarakat yang terjadi beberapa hari terakhir di Desa Beruta dan Desa Bunut, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, ditangani secara cepat oleh kolaborasi PT Nirmala Agro Lestari (NAL), aparat keamanan, dan warga. Koordinasi yang melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) ini menjadi kunci agar api tidak menyebar ke area yang lebih luas.

Kepala Pos Kepolisian (Kapospol) Desa Beruta, Slamet Haryono, menyampaikan apresiasinya atas dukungan perusahaan dalam mempercepat proses pemadaman. Menurutnya, keterlambatan penanganan berisiko membuat api menjalar dan memperbesar dampak kerusakan.

"Kami mengapresiasi bantuan PT NAL dalam penanganan kebakaran lahan ini. Ketika ada informasi kebakaran, koordinasi segera dilakukan dengan perusahaan dan pemerintah desa sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Jika terlambat, api berisiko menyebar dan dampaknya tentu akan semakin besar," kata Slamet pada Senin (24/8/2026).

Api Kecil Bisa Meluas Saat Kemarau

Slamet menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu pihak. Kerja sama antara kepolisian, pemerintah desa, perusahaan, MPA, dan masyarakat menjadi faktor penting agar api dapat dikendalikan sejak awal kemunculannya.

Dia juga mengingatkan warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, termasuk di lahan pribadi. Kondisi cuaca kering disebutnya dapat membuat api kecil menyebar dengan cepat.

"Api yang awalnya kecil bisa menyebar dengan cepat, terlebih pada kondisi cuaca kering. Karena itu kami terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.

Drone dan Tim Siaga Jadi Andalan Monitoring

Perwakilan Manajemen PT NAL, Erwin Ristiyanto, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan perusahaan tidak hanya dilakukan saat api sudah muncul. Pemantauan dan koordinasi rutin terus diperkuat agar potensi kebakaran bisa dideteksi dan ditangani lebih dini.

"Bagi kami, penanganan kebakaran tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Yang tidak kalah penting adalah kesiapsiagaan, pemantauan dan koordinasi agar potensi kebakaran dapat diketahui serta ditangani sedini mungkin," kata Erwin.

Sebagai bagian dari penguatan pemantauan, PT NAL memanfaatkan drone untuk memonitor kondisi udara, terutama di area yang luas dan sulit dijangkau patroli darat. Teknologi ini membantu tim mengidentifikasi indikasi titik api dan melakukan verifikasi lokasi secara lebih cepat.

"Pemanfaatan drone membantu kami memperoleh gambaran kondisi lapangan dengan lebih cepat, termasuk pada area yang relatif sulit dijangkau melalui patroli darat. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim untuk menentukan langkah pengecekan dan penanganan di lapangan apabila ditemukan indikasi titik api atau hotspot," jelasnya.

Rapat Koordinasi Bentuk Tim Teknis Siaga

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada Sabtu (22/08) PT NAL menggelar rapat koordinasi internal yang melibatkan tim dan staf perusahaan. Rapat ini bertujuan memperkuat pemantauan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di masa mendatang.

Dalam rapat tersebut, perusahaan membentuk tim teknis siaga yang bertugas melakukan pemantauan dan pengendalian risiko kebakaran. Tim ini tidak hanya bekerja di lingkungan internal perusahaan, tetapi juga siap mendukung wilayah desa sekitar yang membutuhkan bantuan.

Erwin menambahkan, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya Astra Agro dan PT NAL untuk memperkuat pencegahan serta kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Menurutnya, menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan secara konsisten.

"Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Astra Agro dan PT NAL untuk memperkuat pencegahan serta kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Tidak hanya memastikan api dapat ditangani lebih cepat, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional membutuhkan keterlibatan seluruh stakeholder secara konsisten," pungkasnya.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: kaltengekspres.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top