22.203 Hotspot Terdeteksi di Kalimantan Tengah Sepanjang 2026, 4.920 Hektare Lahan Terbakar

Penulis: Joko Purnomo  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 14:10:31 WIB
Petugas memantau titik panas di Kalimantan Tengah yang mencapai 22.203 sepanjang 2026.

Luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah mencapai 4.920 hektare dengan total 22.203 titik panas (hotspot) terdeteksi sejak Januari 2026. Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyebut fenomena El Nino kategori sangat kuat tahun ini menjadi faktor utama meluasnya karhutla, dengan total area terbakar tercatat 7.634 hektare.

PALANGKA RAYA — Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, memaparkan data terbaru karhutla di provinsinya. Dari 22.203 titik panas yang terdeteksi, 1.739 titik telah teridentifikasi sebagai firespot atau lokasi kebakaran aktif. Area terdampak mencapai 4.920 hektare.

Kondisi hari ini, Senin, tercatat 858 titik panas dengan 53 firespot. Luas areal yang terbakar pada hari yang sama mencapai 190,96 hektare.

Kotawaringin Timur Jadi Wilayah Terparah, Barito Timur Terendah

Kabupaten Kotawaringin Timur mencatatkan luasan lahan terbakar tertinggi, yakni sekitar 1.686 hektare. Disusul Kabupaten Kotawaringin Barat dengan 508,5 hektare dan Kota Palangka Raya seluas 484,20 hektare.

"Yang paling rendah ini ada di Barito Timur, yaitu seluas 14,7 hektare," ucap Iwan dalam konferensi pers, Senin.

El Nino Sangat Kuat dan Catatan Karhutla Historis Kalteng

Iwan menegaskan kondisi karhutla tahun ini tidak bisa dilepaskan dari fenomena El Nino yang memengaruhi durasi kemarau. Data historis menunjukkan luasan lahan terbakar di Kalteng sangat fluktuatif tergantung kekuatan fenomena tersebut.

Pada 1997, saat El Nino berkategori sangat kuat, luasan lahan terbakar mencapai hampir 2 juta hektare. Tahun 2002 dengan kategori sedang, tercatat 295.202 hektare, dan melonjak lagi di 2006 menjadi 1.722.030 hektare. Sementara itu, tahun 2012 hanya 183.264 hektare.

Menariknya, pada 2015 dengan El Nino sangat lemah, luasan lahan terbakar justru mencapai 583.833 hektare. Tahun 2019 dengan kategori lemah tercatat 317.749 hektare, sedangkan 2023 dengan kategori sedang seluas 165.896 hektare.

"Saat ini di tahun 2026 dengan El Nino yang sangat kuat, sampai hari ini luasan yang terbakar sebesar 7.634 hektare. Kita berharap mudah-mudahan bisa kita atasi dan kita tekan supaya tidak terlalu bertambah," ungkapnya.

10.700 Personel Satgas Dikerahkan, Operasi Aman Nusa Diperkuat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api tergabung dalam Satuan Tugas Penanganan Karhutla dengan kekuatan sekitar 10.700 personel untuk menekan bertambahnya area terbakar.

Polda Kalimantan Tengah juga menggelar Operasi Aman Nusa dengan menambah perkuatan khusus di lima kabupaten/kota yang dinilai membutuhkan perhatian, yaitu Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.

"Untuk Kepolisian, kami menggelar Operasi Aman Nusa dan menambah perkuatan khusus di lima kabupaten/kota, dengan jumlah personel tambahan 650 personel," demikian Iwan.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top