PALANGKA RAYA — Dari total pagu Rp1,08 triliun, realisasi belanja pendidikan di Kalimantan Tengah hingga saat ini mencapai Rp645 miliar. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalteng, Herry Hernawan, menyebutkan angka tersebut setara dengan 59,68 persen dari keseluruhan anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat.
Dari total realisasi yang ada, dana paling besar mengalir untuk pembangunan, rehabilitasi, dan renovasi sarana prasarana pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) serta Program Strategis Sekolah Rakyat. Nilainya mencapai Rp529,28 miliar.
Saat ini, Kalimantan Tengah memiliki empat Sekolah Rakyat yang tersebar di Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Gunung Mas, dan Katingan. Program ini menjadi salah satu prioritas utama dalam belanja pendidikan tahun ini.
Selain infrastruktur, alokasi belanja pendidikan juga mencakup Program Wajib Belajar 13 tahun dengan realisasi mencapai Rp31,41 miliar. Herry menjelaskan bahwa belanja pendidikan ini merupakan bagian dari Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah.
"Pagu keseluruhan Belanja Pendidikan Tahun 2026 adalah Rp1,08 triliun dan saat ini realisasinya sekitar 59,68 persen," kata Herry Hernawan di Palangka Raya, Rabu.
Selain pendidikan, DJPb mencatat realisasi belanja infrastruktur di Kalimantan Tengah sudah mencapai Rp1.129,12 miliar atau sekitar 50,28 persen dari pagu. Anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk operasi dan pemeliharaan sumber daya alam, layanan transportasi udara, pengembangan transmigrasi, serta pembangunan jalan nasional yang menyerap Rp439,51 miliar.
Belanja langsung lainnya yang juga diterima masyarakat seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan belanja kesehatan turut menjadi bagian dari alokasi pusat untuk provinsi ini.