Huma Betang Terbesar di Dunia Mulai Dibangun di Kalteng, 90 Persen Material Pakai Kayu Ulin

Penulis: Irfan Hakim  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 15:54:01 WIB
Peletakan tiang perdana menandai dimulainya pembangunan Huma Betang di Kalimantan Tengah yang menggunakan 90 persen material kayu ulin.

PALANGKA RAYA — Prosesi peletakan tiang perdana menandai dimulainya pembangunan Huma Betang yang akan menjadi ikon pelestarian adat dan kearifan lokal di Kalimantan Tengah. Proyek ini digagas sebagai simbol persatuan bagi seluruh sub-suku Dayak di Pulau Kalimantan dan wilayah Borneo.

Tiga Bangunan Representasi Nilai Persatuan

Kompleks Huma Betang terdiri dari tiga bangunan utama yang masing-masing merepresentasikan nilai Persatuan Indonesia. Bangunan induk berukuran 17 x 80 meter dengan kapasitas hingga 10.000 orang, dilengkapi galeri, museum, dan mess kontingen.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam sambutannya menegaskan bahwa Huma Betang bukan sekadar infrastruktur fisik. "Huma Betang ini menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan kesetaraan bagi seluruh sub suku Dayak di Pulau Kalimantan dan Borneo," ujarnya.

Kayu Ulin Jadi Material Utama, Target Warisan Budaya Jangka Panjang

Sekitar 90 persen material bangunan menggunakan kayu ulin, jenis kayu khas Kalimantan yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem dan serangan rayap. Pemilihan material ini diharapkan membuat Huma Betang bertahan sebagai warisan budaya lintas generasi.

"Huma Betang didesain untuk merawat kearifan lokal, melestarikan adat istiadat, serta menjadi episentrum peradaban dan edukasi bagi masyarakat Dayak khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya," kata Agustiar.

Fasilitas untuk Acara Adat hingga Kongres Internasional

Bangunan ini dirancang multifungsi, bisa dipakai untuk penyelenggaraan acara adat, musyawarah besar, kongres internasional, seminar nasional maupun internasional, hingga upacara-upacara tradisional Dayak berskala internasional. Keberadaannya diharapkan memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Dayak.

Prosesi peletakan tiang perdana dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalteng, Sekda Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden, Sekjen Masyarakat Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, para kepala OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, pelajar, dan mahasiswa.

Dukungan Masyarakat Diperlukan agar Tepat Waktu

Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses pembangunan yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun. "Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk bersama-sama mendukung pembangunan Huma Betang sebagai ikon budaya bangsa agar dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang," tuturnya.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: liputansbm.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top