Pemkab Barito Utara Gelar Lomba Bertutur untuk 20 Pelajar SD, Padukan Literasi dan Pelestarian Cerita Rakyat

Penulis: Joko Purnomo  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 15:07:39 WIB
Dua puluh pelajar SD dan MI se-Kabupaten Barito Utara mengikuti Lomba Bertutur yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan setempat.

MUARA TEWEH — Sebanyak 20 pelajar dari berbagai SD dan Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Barito Utara beradu kemampuan dalam Lomba Bertutur yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan setempat. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan strategi pemerintah daerah menanamkan minat baca dan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.

Membangun Karakter Lewat Cerita Rakyat

Lomba Bertutur Tahun 2026 mengusung tema "Melestarikan Cerita Rakyat untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Cinta Budaya Daerah." Kepala Dissiptaka Barito Utara Dewi Handayani mengatakan, anak-anak tidak hanya dituntut membaca, tetapi juga mampu memahami, menghayati, dan menyampaikan kembali isi cerita dengan percaya diri.

"Lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana membangun budaya membaca dan meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik sejak usia dini," kata Dewi di Muara Teweh, Rabu.

Pemenang Akan Jadi Duta Wisata dan Literasi

Para pemenang nantinya akan dilibatkan dalam kegiatan promosi wisata Kabupaten Barito Utara. Dewi menyebut langkah ini sebagai bentuk pembinaan dan apresiasi agar mereka bisa menjadi duta literasi sekaligus duta budaya daerah.

Meski pada 2026 belum ada rencana lomba serupa di tingkat provinsi maupun nasional akibat kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen membina bibit muda yang gemar membaca.

Tiga Juri dari Komunitas dan Dinas Terkait

Dewan juri lomba terdiri dari Ritma Yustin Mintias dari Komunitas Rumah Kreatif Barito Utara, Puspo Pristiawantoro dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Weldia Akmarjaya dari Dinas Pendidikan setempat. Penyelenggaraan lomba mengacu pada Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 4 Tahun 2021 dan Peraturan Bupati Barito Utara Nomor 10 Tahun 2017.

Bunda Literasi Dorong Anak Menulis Buku

Bunda Literasi Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin mengajak anak-anak membudayakan membaca dan mulai mengembangkan kemampuan menulis sejak dini. Menurutnya, membaca adalah pintu gerbang menuju ilmu pengetahuan, sedangkan menulis menjadi sarana melahirkan gagasan yang bermanfaat.

"Melalui membaca kita memperoleh ilmu pengetahuan yang luas. Saya berharap anak-anak Barito Utara tidak hanya gemar membaca dan bertutur, tetapi juga mampu menjadi penulis buku yang mengangkat kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Kalimantan, khususnya Barito Utara," ujarnya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top