MUARA TEWEH — Sebanyak 20 pelajar dari berbagai SD dan Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Barito Utara beradu kemampuan dalam Lomba Bertutur yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan setempat. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan strategi pemerintah daerah menanamkan minat baca dan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.
Lomba Bertutur Tahun 2026 mengusung tema "Melestarikan Cerita Rakyat untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Cinta Budaya Daerah." Kepala Dissiptaka Barito Utara Dewi Handayani mengatakan, anak-anak tidak hanya dituntut membaca, tetapi juga mampu memahami, menghayati, dan menyampaikan kembali isi cerita dengan percaya diri.
"Lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana membangun budaya membaca dan meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik sejak usia dini," kata Dewi di Muara Teweh, Rabu.
Para pemenang nantinya akan dilibatkan dalam kegiatan promosi wisata Kabupaten Barito Utara. Dewi menyebut langkah ini sebagai bentuk pembinaan dan apresiasi agar mereka bisa menjadi duta literasi sekaligus duta budaya daerah.
Meski pada 2026 belum ada rencana lomba serupa di tingkat provinsi maupun nasional akibat kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen membina bibit muda yang gemar membaca.
Dewan juri lomba terdiri dari Ritma Yustin Mintias dari Komunitas Rumah Kreatif Barito Utara, Puspo Pristiawantoro dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Weldia Akmarjaya dari Dinas Pendidikan setempat. Penyelenggaraan lomba mengacu pada Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 4 Tahun 2021 dan Peraturan Bupati Barito Utara Nomor 10 Tahun 2017.
Bunda Literasi Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin mengajak anak-anak membudayakan membaca dan mulai mengembangkan kemampuan menulis sejak dini. Menurutnya, membaca adalah pintu gerbang menuju ilmu pengetahuan, sedangkan menulis menjadi sarana melahirkan gagasan yang bermanfaat.
"Melalui membaca kita memperoleh ilmu pengetahuan yang luas. Saya berharap anak-anak Barito Utara tidak hanya gemar membaca dan bertutur, tetapi juga mampu menjadi penulis buku yang mengangkat kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Kalimantan, khususnya Barito Utara," ujarnya.